Bangunan Baru di Jakarta Harus Diwajibkan Dibangun Vertikal

Bangunan Baru di Jakarta Harus Diwajibkan Dibangun Vertikal

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Selasa, 16 Apr 2013 14:47 WIB
Bangunan Baru di Jakarta Harus Diwajibkan Dibangun Vertikal
ilustrasi
Jakarta - Konsultan properti dunia, Cushman & Wakefield Indonesia memiliki pandangan tersendiri terhadap ketersediaan lahan di DKI Jakarta. Lembaga konsultan ini memandang, lahan di DKI sudah sangat terbatas untuk dipaksakan mengembangkan rumah tapak (landed house).

Executive Director Cushman & Wakefield, Handa Sulaiman menjelaskan, ke depan konsep dan rancangan pengembangan properti di DKI, harus dirancang berkonsep apartemen atau rumah susun yang terintegrasi dengan perkantoran dan fasilitas lainnya.

"Ke depan harus dibikin vertikal. Kapan kita mau punya daerah terbuka? Kalau dikembangin ke atas lahannya nggak abis lah. Di Singapura itu vertikal," Handa di Gedung BEI II, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan konsep hunian vertikal di DKI ini, pengembangan infrastruktur jalan dan ruang terbuka hijau bisa dimaksimalkan seperti yang terjadi di Singapura. Handa menyambut baik, ide dan rencana Gubernur DKI Jakarta, Jokowi untuk merelokasi perkampungan di DKI dengan jalan menyediakan ratusan tower apartemen atau rusun subsidi.

"Bikin 300 unit itu bagus sekali, nanti bisa dikembangin untuk jalan-jalan dan lahan hijau. Air jangan ambil dari tanah tapi ambil air sungai yang dibersihkan," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, secara budaya, masyarakat Indonesia akan terbiasa untuk tinggal di hunian vertikal meskipun ada penyesuaian waktu yang terbilang tidak lama.

Namun, konsep hunian vertikal, harus terintegrasi dengan fasilitas publik, pusat perkantoran, bisnis dan fasilitas lainnya. Handa menambahkan, pada beberapa lokasi di DKI, telah ada konsep hunian terpadu.

"Clustering di Jakarta cukup baik. Ada perumahan dan kantor. Di Marina Bay (Singapura), dulu ada kantor saja sekarang sudah ada perumahan. Supaya tidak seperti kota mati. Itu lebih sehat," sebutnya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads