Menengok Studio Pembuat Film "James Bond" Terbesar di Asia

Laporan dari Malaysia

Menengok Studio Pembuat Film "James Bond" Terbesar di Asia

Zulfi Suhendra - detikFinance
Jumat, 17 Mei 2013 12:40 WIB
Menengok Studio Pembuat Film James Bond Terbesar di Asia
Johor Bahru - Malaysia akan punya Pinewood Iskandar Studio, sebuah kompleks pembuatan film yang telah mendapatkan lisensi dari Pinewood Studios, Inggris, yang dulu memproduksi film-film James Bond.

Proyek megah yang memakan total biaya hingga US$ 50 juta ini akan mulai memproduksi film pada Bulan September tahun ini.

Bagaimana bentuk dan konsep dari Pinewood yang dikembangkan oleh Iskandar Regional Development Authority (IRDA) Malaysia ini, berikut hasil penelusuran detikFinance di Johor Bahru, Malaysia, Kamis (16/5/2013).

Luas 80 Hektar

Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 80 hektar, namun baru 50 hektar saja yang dikembangkan dan dinilai bagian primer. Sedangkan 30 hektar lagi akan dikembangkan kemudian, dan tidak menutup kemungkinan akan terus dikembangkan seiring pertumbuhan industri film dunia.

Lima Panggung (Setting) Film

Pinewood Studios Malaysia memiliki 5 panggung film yang memiliki total area hingga 100.000 kaki persegi. Total luas lahan tersebut mencakup 2 panggung seluas 15.000 kaki persegi, 2 panggung dengan total 20.000 kaki persegi, sedangkan 1 panggung seluas 30.000 kaki persegi.

Dua Studio Televisi Besar

Pinewood Malaysia memiliki 2 studio televisi berfitur High Definiton seluas 12.000 kaki persegi, dan mampung menampung penonton hingga 1.400 orang.

Sarana Pendukung

Ada bangunan seluas 35.000 kaki persegi untuk ruangan kantor produksi yang mencakup 36 ruang ganti, 6 ruangan make up, 10 area wardrobe (pakaian).

Pinewood Studio ini boleh jadi yang pertama di Asia. Pasalnya, pabrikan film yang membuat James Bond ini hanya berada di 6 negara lain, yakni Inggris yang merupakan rumah bagi Pinewood, Amerika Serikat, Kanada, Republik Dominika, dan juga Jerman.

Teknologi dan Peralatan Perfilman Canggih

Studio ini menjanjikan pelayanan yang memuaskan bagi para klien yang menggunakannya. Meskipun sebuah film mengambil setting di sebuah tempat yang langka seperti gurun, hutan atau tempat lainnya, studio ini memiliki efek yang hebat seolah film tersebut memang benar-benar di gurun atau hutan, padahal masih di areal komples studio. Selain itu, kualitas gambar dan suara pun tak usah diragukan lagi.

Proyek ini mulai dilaksanakan akhir tahun 2011, tepatnya pada triwulan IV, dan akan mulai diresmikan bulan depan. Sedangkan pada Bulan September, sudah ada produser film yang akan memproduksi filmya di tempat ini.
Halaman 2 dari 6
(zlf/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads