Promo KPR Bunga Murah, Menguntungkan atau Justru Merugikan?

Tipu-tipu KPR Bunga Murah

Promo KPR Bunga Murah, Menguntungkan atau Justru Merugikan?

Herdaru Purnomo - detikFinance
Jumat, 31 Mei 2013 09:23 WIB
Promo KPR Bunga Murah, Menguntungkan atau Justru Merugikan?
Jakarta - Dalam setahun belakangan, perbankan ramai-ramai saling berlomba memberikan bunga murah untuk menggaet nasabahnya. Nasabah ditawarkan bunga 7,5% selama dua tahun pertama hingga 8% selama 3 tahun.

Dengan janji-janji manis dan trik marketing yang canggih, akhirnya nasabah tergiur membeli rumah dengan skema KPR bunga murah tadi. Cicilan yang rendah membuat nasabah merasa lega bisa memiliki rumah dengan mudahnya.

Namun ujung-ujungnya nasabah tidak sadar akan beberapa hal dari promo bunga murah tersebut. Larut dalam cicilan yang murah selama masa 'bulan madu' membuat nasabah terlena. Akhirnya, memasuki tahun ketiga atau pasca promo selesai nasabah shock atau kaget melihat cicilan yang hampir mencapai 2 kali lipat bahkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cicilan dari Rp 2,3 juta ketika masa promo berubah drastis menjadi Rp 3,3 juta. Pemberitahuan bank pun cukup simple, hanya melalui SMS atau kadang lewat surat yang menunjukkan bunga mengikuti pasar saat ini. Duh, pusing!.

"Bank akan menyesuaikan bunga pasar. Biasanya ada base rate atau suku bunga dasar. Jika kita bicara KPR nanti di setiap bank akan ada suku bunga dasar KPR. Di BI-pun sudah tertuang Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) bank-bank besar," kata seorang Asisten Manajer di salah satu Bank BUMN ketika berbincang dengan detikFinance, Jumat (31/5/2013).

Ia menjelaskan, misalkan saja SBDK KPR di bank katakanlah BNI 10,65% atau Mandiri 10,75% per akhir Maret 2013 lalu. Nantinya, akan dihitung kembali biaya operasional dan tingkat risiko nasabah.

"Biaya operasional itu termasuk promo di awal tahun ketika KPR dicairkan. Jadi kenap bisa dikasih rate rendah atau fixed selama setahun pertama atau dua tahun, karena disubsidi dari rate atau bunga tahun setelahnya. Murah di awal nanti kebelakang ya sama saja," paparnya.

"Jadi dari base rate tadi katakanlah BNI di 10,65% atau Mandiri di 10,75% nanti akan ada spread lagi sekitar 2% sampai 3% jadi nanti nasabah di tahun selanjutnya akan kena bunga 12,65% sampai 13,75%," imbuhnya.

Hal ini, lanjutnya yang banyak tidak diketahui nasabah atau tidak disadari nasabah. Oleh karena itu, cicilan yang tadinya cukup ringan membuat nasabah harus merogoh koceknya lebih dalam karena beban bunga yang tinggi.

Jika melihat dari judul artikel ini, apakah bunga murah menguntungkan atau merugikan, anda bisa menilai dan menjawab sendiri. Pada dasarnya, nasabah harus jeli melihat tawaran-tawaran dari bank.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads