Pembangunan yang dimulai sejak 22 Februari 2013 ini, telah mencapai 40%. Dahlan pun terlihat senang pengembangan RS Pekerja tanpa kelas di DKI Jakarta ini.
"Cepat sekali," ucap Dahlan sebelum proses Topping Off dan peninjauan proyek RS Pekerja di KBN Cakung Jakarta Timur, Senin (23/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nindya Karya, BUMN kontraktor, 2 tahun lalu masih sulit dan terbelit kesulitan luar biasa, mulai diperbaiki direksi baru ini proyek besar. Dikerjakan sangat cepat untuk mengembalikan kepercayaan publik maka kecepatan ini diperlukan," tambahnya.
Di tempat yang sama Direktur Utama KBN Sattar Taba menjelaskan, RS Pekerja ini nantinya memiliki 168 ruang rawat. RS ini pun dikonsep tanpa kelas. Sattar menjelaskan, pihaknya menggandeng anak usaha PT Pertamina (Persero) yakni PT Pertamedika sebagai operator RS Pekerja.
"Yang punya Jamsostek dan Askes bisa masuk ke 168 kamar tempat kelas. Tidak ada kelas, tidak ada VIP. Ini Rumah sakit kelas B. RS Pertamedika sebagai operator," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama Nindya Karya I Gusti Ngurah Putra mengaku optimis proyek pembangunan RS Pekerja bisa tuntas sebelum 17 Agustus tahun ini. Nindya Karya sendiri, tidak menghadapi kendala pada proyek pembangunan gedung senilai Rp 65 miliar ini.
"Kalau kendala kontruksi. Hal-hal yang bisa diatasi. Seperti kendala desain," ujarnya.
(hen/dnl)











































