Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo mengatakan, harga BBM tidak akan terlalu berdampak siginifikan, namun kenaikan tarif dasar listrik akan berpengaruh cukup besar.
"Kalau BBM saja tidak terlalu signifikan. Kalau BBM dengan TDL kira-kira akan naik 10%," kata Eddy saat ditemui di sela acara Musyawarah Nasional IV Apersi, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (12/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasti kan minimal harga listrik naik, listrik merupakan bagian dari komponen bahan bangunan. Ini pasti ada imbasnya. Ini kita lagi hitung imbasnya. Mudah-mudahan tidak besar," kata Djan.
Meski demikian, pemerintah akan melakukan antisipasi dengan memperpanjang lama cicilan. Djan mencontohkan, jika biasanya cicilan perumahan dibayar selama 15 tahun, akan diperpanjang menjadi 30 tahun.
"Kalau sampai harga rumah naik, gajinya nggak naik ini kita antisipasi dengan perpanjangan kreditnya. Yang awalnya 15 tahun menjadi 30 tahun," jelasnya.
Landasan hukumnya, lanjut Djan akan segera dibuat. Dia pun akan berkoordinasi dengan Bank Tabungan Negara selaku bank pelaksana dari program ini. "Nanti ada permen susulan. BTN mau, kalau kreditnya makin panjang, dia makin seneng," katanya.
(zul/hen)











































