Kenaikan BBM dan Tarif Listrik Picu Harga Rumah Melonjak Hingga 10%

Kenaikan BBM dan Tarif Listrik Picu Harga Rumah Melonjak Hingga 10%

- detikFinance
Rabu, 12 Jun 2013 12:34 WIB
Kenaikan BBM dan Tarif Listrik Picu Harga Rumah Melonjak Hingga 10%
Jakarta - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dipastikan akan mengerek harga rumah hingga 10%. Imbas kenaikan ini pemerintah akan memperpanjang masa kredit perumahan.

Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo mengatakan, harga BBM tidak akan terlalu berdampak siginifikan, namun kenaikan tarif dasar listrik akan berpengaruh cukup besar.

"Kalau BBM saja tidak terlalu signifikan. Kalau BBM dengan TDL kira-kira akan naik 10%," kata Eddy saat ditemui di sela acara Musyawarah Nasional IV Apersi, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (12/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal senada diungkapkan oleh Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz di kesempatan yang sama mengungkapkan, listrik merupakan komponen dari suatu bangunan, yang kenaikannya akan berimbas pada harga rumah, khususnya untuk jenis rumah seharga Rp 88-145 juta.

"Pasti kan minimal harga listrik naik, listrik merupakan bagian dari komponen bahan bangunan. Ini pasti ada imbasnya. Ini kita lagi hitung imbasnya. Mudah-mudahan tidak besar," kata Djan.

Meski demikian, pemerintah akan melakukan antisipasi dengan memperpanjang lama cicilan. Djan mencontohkan, jika biasanya cicilan perumahan dibayar selama 15 tahun, akan diperpanjang menjadi 30 tahun.

"Kalau sampai harga rumah naik, gajinya nggak naik ini kita antisipasi dengan perpanjangan kreditnya. Yang awalnya 15 tahun menjadi 30 tahun," jelasnya.

Landasan hukumnya, lanjut Djan akan segera dibuat. Dia pun akan berkoordinasi dengan Bank Tabungan Negara selaku bank pelaksana dari program ini. "Nanti ada permen susulan. BTN mau, kalau kreditnya makin panjang, dia makin seneng," katanya.

(zul/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads