Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto mengatakan pihaknya sudah punya strategi dalam menghadapi dampak kenaikan BBM. Perumnas akan tetap menekan harga rumah murah dan menggenjot bisnis perumahan komersial.
"Kenaikan harga BBM yang tinggal kita menunggu waktu itu akan menaikkan biaya konstruksi sebesar 20% jika harga premium naik Rp 4.500 menjadi Rp 6.500/liter. Mengapa naik? Karena harga bahan bangunan juga naik seperti besi dan ongkos transportasi yang juga naik," kata Himawan Arief saat ditemui di Rusunami Grand Center Point Bekasi, Jawa Barat, Rabu (19/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sedang mengkaji dengan Kemenpera juga, kalau dinaikkan harga BBM menjadi Rp 6.500/liter otomatis harga transportasi akan naik. Sehingga ada peningkatan harga dan itu yang sedang kita kaji. Beberapa material bangunan juga sudah naik. Saat ini kita sedang lakukan kalkulasi project yang baru," katanya.
Untuk meminimalisir dampak kenaikan harga BBM terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Perumnas sudah menyiapkan cara alternatif. Himawan berharap MBR tetap dapat membeli rumah dan tidak perlu khawatir dengan kenaikan harga BBM.
"Kita bisa saja tekan harga untuk rumah murah tetapi yang hunian komersial kita tingkatkan. Kami juga menunggu apakah pemerintah memberikan insentif. Jika insentif diberikan ke kita akan patuh. Perumnas fokus kok pada penyediaan hunian untuk masyarakat bawah," cetus Himawan.
(wij/hen)











































