"Pertamina Tower baik-baik saja," ucap Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan ketika ditemui di Teminal BBM Plumpang, Minggu (28/7/2013).
Menurut Karen, saat ini persiapan proyek tersebut memang sedang berhenti sejenak. "Saat ini istirahat dulu, bulan Puasa," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Karen juga menegaskan bahwa pihaknya memiliki anggaran yang cukup untuk membangun proyek senilai US$ 850 juta atau kurang lebih Rp 8 triliun.
"Jangan ngeledek ya, kita (Pertamina) punya uangnya untuk bangun Pertamina Tower," tegas Karen.
Dikatakan Karen, Pertamina yakin bisa membangun gedung yang akan proyeksikan sebagai refresentatif Pertamina menuju sebagai perusahaan minyak dengan visi World Class Company and Asia Energy Champion pada 2025.
"Kan sudah jual Pertamax, jadi uangnya ada," ucap Karen.
Seperti diketahui PT Pertamina akan membangun gudung 'pecakar langit' di Indonesia dengan tinggi 400 meter, Pertamina Tower akan menjadi icon dan representatif PT Pertamina untuk menuju sebagai perusahaan oil company dengan visi World Class Energy Company and Asia Energy Champion pada 2025.
Presiden SBY yang pada saat meresmikan pembangunan proyek-proyek Pertamina beberapa waktu lalu mendukung penuh dan berharap Pertamina Tower bisa selesai dalam waktu 1,5 tahun semenjak groundbreaking.
(rrd/hen)











































