HSB Stockholm menggelar kompetisi arsitektur 2023 soal pembangunan gedung yang bisa menjadi ikon baru di kota tersebut dalam waktu sepuluh tahun mendatang. Ada salah satu peserta yang ikut kompetisi dengan desain gedung yang unik.
Seperti dikutip dari ArchDaily, Selasa (30/7/2013), biro arsitek Berg | C.F. MΓΈller Architects mengusulkan membangun sebuah gedung pencakar langit 34 lantai di tiga titik sekitar pusat kota Stockholm.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, menara tersebut akan digunakan seluruhnya untuk residensial alias rumah tinggal. Seluruh konstruksi gedung ini akan terbuat dari kayu yang fondasi bawahnya dipadatkan oleh semen. Yuk, lihat penampakannya di sini.
1. Bahan Dasar Alami
|
|
Selain itu, kayu juga lebih ringan dari bahan dasar bangunan lain tapi punya kekuatan yang hampir sama kuat. Saat ini, banyak arsitek memilih kayu untuk bahan di dalam ruangan, namun berbeda dengan para tim arsitek ini yang memilih untuk menjadikannya bahan konstruksi dan luar ruang.
Seluruh pilar penyangga di menara usulan Berg | C.F. MΓΈller ini juga terbuat dari kayu keras. Di dalam apartemen, semua dinding, langit-langit dan kusen jendela juga seluruhnya terbuat dari kayu.
2. Ramah Lingkungan
|
Foto: ArchDaily
|
Bagaimana dengan pendingan ruangan alias AC? Bukankah akan terasa panas jika matahari masuk secara langsung? Tim arsitek ini menyatakan matahari tidak akan membuat ruangan terasa panas karena gedung ini terbuat dari kayu dan bukan beton.
Hebatnya lagi, gedung ini berencana memasang panel surya di bagian paling atas sehingga tidak perlu mengandalkan listrik dari pihak ketiga. Listrik akan langsung dihasilkan oleh pembangkit tenaga matahari.
3. Fasilitas Lengkap
|
Foto: ArchDaily
|
Taman di bagian bawah juga memungkinkan warga berjalan-jalan dengan leluasa atau sekedar bersantai menikmati udara segar.
Halaman 2 dari 4











































