Ancaman Krisis Perumahan, RI Masih Kekurangan 15 Juta Unit Rumah

- detikFinance
Jumat, 30 Agu 2013 10:48 WIB
Jakarta - Pemerintah mengakui kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat jika distribusi pendapatan dan perekonomian masih terpusat di Jakarta. Hingga kini tingkat kekurangan pasok atau backlog perumahan sedikitnya mencapai 15 juta unit, yang dikhawatirkan membawa Indonesia pada krisis perumahan.

"Backlog kita 15 juta bahkan bisa lebih, ini tidak akan bisa diselesaikan selama distribusi pendapatan terpusat di Jakarta, selama itu pula backlog tidak akan bisa diselesaikan," kata Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Keuangan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) I Nyoman Shuida saat acara Groundbreaking Adede Park & Apartment Cibitung, di Cibitung, Bekasi, Jumat (30/8/2013).

Ia menjelaskan, Indonesia akan terus mengalami backlog perumahan selama pendistribusian pendapatan tidak merata, harga tanah tidak bisa dikendalikan, penghasilan masyarakat tidak terjangkau, dan perizinan pembangunan perumahan dipersulit oleh pemerintah daerah.

"Kita akan menghadapi backlog yang cukup besar dengan karena faktor-faktor itu, pemerintah daerah harus memberikan kemudahan perizinan," ujarnya.

Nyoman meminta kepada para pengembang dan pemerintah daerah untuk bisa bersama-sama membangun hunian yang terjangkau untuk masyarakat.

"Sebagai wilayah penyangga semoga bisa meningkatkan ekonomi di Bekasi. Perlu ada kemudahan perizinan dan disesuaikan harganya bukan hanya komersial tapi penghijauan. Kami di Kemenpera bersiap membantu. Saya kira tidak hanya di Cibitung untuk berekspansi tapi daerah lainnya juga," kata dia.

Sebelumnya Indonesia Property Watch (IPW) mencatat jumlah backlog atau kurangnya pasokan rumah jauh di bawah kebutuhan riil, tahun 2013 diperkirakan mencapai 21,7 juta unit rumah. Padahal tahun-tahun sebelumnya angka backlog hanya mencapai 13,6 juta.

"Tahun 2012 merupakan titik nadir buruknya kinerja pemerintah dalam hal mengurangi back log perumahan nasional. Back log perumahan sebesar 13,6 juta unit diperkirakan akan melonjak di tahun 2012 menjadi 21,7 juta unit rumah," kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda.

(drk/hen)