Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan, pihaknya sedang berdiskusi mengenai hal ini dengan pihak regulator Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan lain.
"Ini yang kita bicarakan dengan regulator, BI maksudnya. Jangan sampai bahwa kita tidak ada program rumah murah, ini kesempatan yang baik," katanya di acara Rakerda REI Jakarta di Bidakara, Jakarta, Kamis (19/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan begini harga tanah sudah mahal padahal rumah murah bagi golongan-golongan menengah ke bawah ini yang dia sangat membutuhkan, kalau dia disuruh bayar uang muka yang besar kapan dia belinya?" ujar Maryono.
Pada intinya, Maryono menyambut baik hal ini, demi mengurangi tingka kurang pasokan rumah (backlog) yang mencapai 15 juta rumah di Indonesia.
"Ini bagaimana kita mengukur waktu suatu kecepatan. Dia mau punya rumah apa tidak?" ucapnya.
(zul/dru)











































