Managing Director MIDAS Development (Asia) Pte Ltd Angie Fong mengatakan, sebagai pengembang yang sudah masuk Detroit 3 tahun silam, ia sangat hapal perubahan harga properti di kota tersebut.
"Harga rumah termurah yang saya pernah jual US$ 28.000, sekarang sudah US$ 78.000," imbuh Angie kepada detikFinance akhir pekan lalu di AXA Tower.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Benar-benar sangat mahal kalau di kota-kota lain, misalnya saja di California dengan rumah yang mirip dan sama ukurannya dan kualitasnya, kalau di Detroit kita jual US$ 60.000, di sana dijual US$ 800.000. Biaya sewa di kota-kota yang sudah maju tak terlalu menarik," katanya.
Angie juga menambahkan, sebagai perusahaan pengembang di Detroit, Midas lebih fokus menjual dan mengelola rumah-rumah tapak (landed house) daripada apartemen karena beberapa pertimbangan.
"Pertama, saya hanya jual rumah saja karena berdiri sendiri, gampang dikelola, daripada apartemen dengan mengurus pengelola sehingga lebih ribet. Kedua, penghasilan hasil sewa masih terbaik rumah daripada apartemen," terang Angie.
Mengenai investor asing yang memiliki rumah di Detroit khususnya dari Asia paling banyak berasal dari investor Hong Kong dan Singapura.
"Di MIDAS kebanyakan dari Singapura dan Hong Kong," ujarnya.
Mereka mencoba mencari keberuntungan di AS dengan memiliki properti. Namun mengenai orang Indonesia yang berburu properti di Detroit melalui MIDAS dipastikan belum ada.
"Kalau saat ini dari orang-orang Indonesia belum, masih tahap memulai," jelas Angie
Angie mengatakan ketertarikan orang Indonesia berinvestasi di Detroit relatif tinggi. Namun masalah informasi yang belum komprehensif membuat orang-orang Indonesia masih belum nyaman berinvestasi di Detroit.
"Saya rasa sudah ada secara perorangan, tapi tak terlalu banyak. Ada juga orang Indonesia yang datang ke Singapura untuk membeli di Detroit," katanya.
Kenaikan Harga Rumah
Harga rumah di Kota Detroit yang sempat rontok akibat krisis 2008 silam, kini mulai pulih dan merangkak naik. Rata-rata kenaikan harga rumah di salah satu kota negara bagian Michigan ini bisa mencapai 20% per tahun.
Angie Fong mengatakan harga properti khususnya rumah di Detroit sudah naik. Menurut perhitungannya, hingga tahun 2015 ada kenaikan minimal 50% dari harga saat ini.
"Selama ini pengalaman kami, kenaikan harga properti di Detroit 20% per tahun," imbuh Angie.
Sehingga tak heran, ia menyebut Detroit kini sebagai berlian di tengah-tengah bebatuan yang harus segera diambil peluangnya. Membeli properti di Detroit kini waktu yang sangat tepat karena harganya jauh di bawah harga properti di kota-kota lain di AS.
"Kota Detroit sering dianggap tak baik dan tak bagus, tapi MIDAS melihat ada berlian dari antara batu-batu, padahal berlian dibuat dari batu-batu, midas bisa mencari berlian dari batu," terangnya.
Ia mengajak para investor di Indonesia untuk memanfaatkan peluang berinvestasi di Detroit, alasannya karena peluang terbaik belum tentu datang kedua kalinya. Ia menggambarkan harga rumah tertinggi di Detroit saat sebelum krisis atau periode 2007 rata-rata masih di atas US$ 100.000 kemudian jatuh ke titik terendah.
"Sekarang sudah mulai naik lagi, di titik ini kalau ditarik ke masa lalu pernah terjadi 20 tahun lalu, jadi kalau kita melewatinya sekarang ini, apakah kita akan menunggu 20 tahun mendatang," ucap Angie.
(hen/dru)











































