Memiliki rumah murah dan bisa menjadi mesin uang di kemudian hari apalagi di AS, bisa jadi impian banyak orang. MIDAS Development, perusahaan pengembang asal Singapura yang mengembangkan properti di Kota Detroit AS, menawarkan peluang investasi properti di kota yang sempat rontok industri otomotifnya diterpa krisis 2008.
Managing Director MIDAS Development (Asia) Pte Ltd Angie Fong, mengatakan seorang investor yang ingin berinvestasi properti di Detroit bisa mengakses www.midasdev.com atau info@midasdev.com.
Angie membuka kesempatan kepada calon investor untuk mengecek langsung rumah yang diminatinya ke lokasi di Detroit, calon investor akan ditemani oleh pihak perwakilan MIDAS di AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, setelah investor sudah setuju maka bisa melakukan pembayaran ke Midas. Namun pembayaran rumah hanya boleh dilakukan secara tunai tak bisa kredit.
"Karena kalau kredit, investor asing yang masuk ke AS, bila tak punya rekam jejak apapun sangat sulit mendapat pinjaman di AS, tapi kalau mau dapat pinjaman dari negara masing-masing mungkin ada caranya, untuk bisa investasi di sana," katanya.
Angie membuka kesempatan bagi calon investor melakukan re-financing atau mengambil kredit tambahan dari KPR yang mereka sudah miliki saat ini. Kelebihan dana refinancing bisa dibelikan rumah di Detroit dengan keuntungan mendapat rumah hak milik dan imbal hasil yang tinggi dari kenaikan harga dan pendapatan sewa rumah.
Sayangnya pola refinancing semacam ini hanya bisa dilakukan oleh investor di negara yang suku bunganya rendah seperti Singapura, sementara di Indonesia dengan suku bunga pasar yang tinggi dipastikan kurang cocok.
"Disini (Indonesia) bunga KPR 12%, kalau itu terlalu tinggi, kalau dapat margin 12-13% terlalu rendah selisihnya. Sementara di Singapura itu refinancing sangat masuk akal, karena suku bunganya satu koma sekian persen nggak sampai 2%. Mereka di Detroit dapat gain sampai 15%, jadi untung," jelas Angie.
Menurutnya dari harga rumah yang ditawarkan MIDAS dari US$ 40.000 hingga US$ 70.000, investor masih harus menanggung biaya notaris. Namun pihaknya punya program- program tambahan purna jual termasuk perawatan. Namun ia memastikan membeli rumah di Detroit dengan melalui pengembang relatif bisa menekan risiko lebih banyak daripada dilakukan perorangan.
"Risiko di manapun, mau bekerjasama dengan siapa dan apakah bisa dipercaya atau tidak, di negara manapun banyak yang tak transparan, tidak gamblang, tidak jelas sehingga ada risiko. Kita mesti kita kenal kerjasama dengan siapa, supaya informasi yang diterima transparan," katanya.
(hen/dru)











































