'Bandung Bondowoso' Ala Trihatma Bangun Sofitel Luxury

'Bandung Bondowoso' Ala Trihatma Bangun Sofitel Luxury

- detikFinance
Minggu, 06 Okt 2013 16:30 WIB
Bandung Bondowoso Ala Trihatma Bangun Sofitel Luxury
Presdir PT Agung Podomoro Land Tbk Trihatma K Haliman
Nusa Dua - Sudah Rp 1 triliun yang dikeluarkan Trihatma K Haliman untuk membangun Sofitel Luxury Hotel sebagai tempat penyelenggaraan KTT APEC 2013. Dia membangun hotel ini dalam waktu singkat. Bandung Bondowoso!

Bandung Bondowoso merupakan legenda terbentuknya Candi Prambanan. Ada seorang ratu bernama Roro Jonggrang yang akan dipinang oleh Bandung Bondowoso. Roro Jonggrang mau dengan syarat dibuatkan Candi dengan 1.000 arca selesai dalam semalam.

Sandi 'Bandung Bondowoso' inilah yang diterima Trihatma, Presiden Direktur Agung Podomoro Land Tbk, untuk membangun Sofitel Luxury Hotel di Nusa Dua Bali. "Saya awalnya tidak tahu apa itu Bandung Bondowoso. Tapi akhirnya saya cari tahu," kata Trihatma saat berbincang-bincang di Sofitel Luxury Hotel, Nusa Dua, Bali, Minggu (6/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Permintaan untuk membangun hotel bintang lima untuk KTT APEC diterima Trihatma pada awal 2012. Saat itu, Chairul Tanjung, ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) yang ditunjuk Presiden SBY sebagai wakil ketua panitia nasional KTT APEC 2013, menemuinya.

Setelah bertemu Chairul, Trihatma kemudian dipertemukan dengan Presiden SBY. Saat itu, Trihatma diminta untuk membangun hotel di pinggir laut dan bisa digunakan pada Oktober 2013. "Ini demi Merah Putih, meski waktu mepet, maka harus dikerjakan," kata Trihatma.

Akhirnya ketemu tanah seluas 7 hektar yang merupakan satu-satunya milik BTDC (Bali Tourism Development Corporation), pemilik lahan di Nusa Dua. Singkat kata, Trihatma mendapat izin penggunaan lahan tersebut selama 30 tahun.

Setelah itu dilakukan perencanaan, termasuk mendesain hotel bintang lima yang bisa digunakan KTT APEC. "Desainernya dari lokal maupun dari asing, gabungan," ujar Trihatma.

April 2012, Trihatma mulai membangun hotel tersebut. Dia mengerahkan per hari sekitar 3.000 pekerja. Para kontraktor juga ia panggil untuk menangani Sofitel Luxury. "Menjelang tenggat waktu, ada 4.000 pekerja yang saya kerahkan," katanya.

Akhirnya menjelang KTT APEC, Trihatma bisa selesai membangun ‎hotelnya. "Sekarang sudah siap dipakai," terang dia.

Bagi dia, pembangunan hotel di lahan seluas 7 hektar, dengan 400 kamar dan 17 vila dalam waktu 1,5 tahun, merupakan waktu yang sangat singkat.

Tidak mudah memang membangun hotel bintang lima dengan membawa brand kuat dalam waktu singkat. Beruntung, Trihatma sudah memiliki pengalaman berpuluh-puluh tahun di bisnis hotel dan properti.

"Kalau tidak ada experience, sulit merealisasikannya. Karena kami harus membangun dalam waktu cepat, tapi dengan hasil yang berkualitas," kata pengusaha yang sedang membangun dua hotel bintang lima lainnya di Bali ini.

Lantas apa sebenarnya motivasi Trihatma bersedia membangun Sofitel Luxury Hotel dalam waktu singkat ini? ‎Jawabannya adalah nasionalisme.

"Kami juga kan ‎punya rasa nasionalisme. Dalam 10 tahun terakhir, kita sudah merasakan pertumbuhan ekonomi cukup baik‎. Kenapa kami tidak sekali-kali dukung program pemerintah. Suksesnya APEC adalah suksesnya kita juga," kata Trihatma.


(asy/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads