Masyarakat yang mempunyai penghasilan pas-pasan sangat sulit mencari rumah dengan harga terjangkau di pameran Real Estat Ekspo 2013. Pameran yang berlangsung 5-13 Oktober 2013 di Hall A JCC, Senayan, Jakarta lebih banyak menawarkan rumah-rumah komersial dengan harga miliaran rupiah.
"Sulit untuk saya bisa menemukan rumah dengan harga yang sesuai dengan pendapatan saya sebagai karyawan swasta," kata Anton Wijaya salah satu pengunjung pameran kepada detikFinance di lokasi, Jumat (11/10/2013).
Anton yang bekerja sebagai karyawan swasta di sebuah perusahaan ekspor impor nasional mengaku harga setiap jenis hunian landed house atau apartemen pada pameran ini tergolong sangat mahal. "Ini harganya miliaran rupiah semua, paling murah Rp 600 juta," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya 1 yang murah tadi, apartemen Bekasi City harga Rp 200 juta dengan 2 tipe studio yaitu dengan ukuran 25,31 m2 dan 22,01 m2 . Yang lain harganya Rp 600 juta sampai Rp 5 miliar," keluhnya.
Misalnya perumahan Raffles Hills di Cibubur harga per unitnya dijual antara Rp 1- Rp 6 miliar. Sedangkan Jababeka Residence juga menjual rumah dengan harga berkisar Rp 600 juta- Rp 2,6 miliar. Sedangkan untuk apartemen juga dijual cukup mahal, harganya berkisar antara Rp 650 juta hingga Rp 950 juta.
Pameran ini terlihat sepi pengunjung, hanya ada beberapa pengunjung melintas dan sekedar bertanya harga produk ke beberapa pengembang. "Sepi ya hari ini mungkin hari kerja juga ya," ungkap Marketing Raffles Hills Cibubur Johan.
Menurutnya jumlah pengunjung terbanyak yang datang ke pameran ini adalah saat pembukaan pekan lalu. "Yang datang pas banyak itu waktu pembukaan hari Sabtu dan Minggu," imbuhnya.
Johan optimistis pengunjung pameran akan banyak datang pada saat penutupan acara akhir pekan ini. "Masih ada watu 2 hari dan itu akhir pekan, jadi mudah-mudahan banyak yang datang karena libur kerja dan sekolah," cetusnya.
Diduga sepinya pameran properti ini karena harga-harga yang ditawarkan yang cukup mahal dan hari ini masih hari kerja. Pameran ini menampilkan 141 pengembang perumahan nasional menawarkan perumahan dan apartemen di 210 lokasi proyek strategis di seluruh Indonesia.
"Harganya nggak masuk akal, mahal semua. Nggak cocok untuk masyarakat luas hanya segelintir orang saja," ucap Anton Wijaya.
(wij/hen)











































