Perseroan berencana menyiapkan proyek besar township di Sidoardjo, Jawa Timur mirip pengembangan BSD di Serpong, Tangerang.
Direktur PT Bakrieland Development Agus J Alwie mengatakan, pada periode 2012-2013, Bakrieland mulai meninggalkan bisnis-bisnis non properti seperti jalan tol. Sehingga ke depannya akan lebih fokus ke sektor bisnis properti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia optimistis sektor properti di Indonesia akan terus berkembang, meski beberapa pengamat mengatakan pertumbuhan properti akan sedikit melambat dalam beberapa tahun ke depan.
"Market daripada properti itu lokal, penduduk kita 240 juta orang, separuhnya adalah kelas menengah sehingga masih besar sekali pasarnya. Fokusnya nanti bisa lebih ke sana," papar Agus.
Beberapa proyek properti yang sedang akan dikembangkan oleh Bakrieland tersebar di beberapa kota di Indonesia diantaranya adalah pembangunan proyek 3 tower apartemen dan juga perumahan di kawasan Jakarta timur bersama Perum Perumnas.
Selain itu, ada proyek apartemen dan hotel di Yogyakarta, proyek taman bermain yang disebut Jungle Fast di Bogor Nirwana Residence, dan yang paling besar adalah sebuah proyek township di Sidoardjo Jawa timur yang dibangun di atas lahan 500 hektar.
Pembangunan township tersebut akan dikerjakan bertahap dan dibagi menjadi 2 lokasi. Lokasi pertama akan dibangun di dekat pantai dengan lahan 280 hektar, dan lokasi kedua dibangun di dekat jalan tol menuju Malang perkotaan di atas lahan 220 hektar.
Proyek tersebut mencakup pembangunan perumahan, perkantoran, taman bermain, area komersil, dan proyek properti lainnya lengkap dengan infrastrukturnya.
"Itu bertahap pembangunannya, besar sekali soalnya. Tahap awal mungkin Rp 300 miliar untuk pembangunan infrastrukturnya. Nanti seperti Bintaro atau BSD (Bumi Serpong Damai)," katanya.
(zlf/hen)











































