Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz mengatakan pembangunan rusunawa akan digunakan tak hanya untuk masyarakat berpenghasilan rendah namun juga untuk memenuhi keperluan asrama Polri, PNS, sampai buruh pabrik dan lain-lain.
"Untuk santri, mahasiswa di perguruan tinggi, TNI, Polri, PNS, buruh juga. Anggarannya tahun depan kita Rp 1,9 juta," kata Djan kepada detikFinance, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya pesantren dibuatkan berdasarkan jumlah santri, Kalau dulu standar, kita buat 5 lantai dengan tanah 5000 meter. 1 tahun paling 5 yang memenuhi syarat. Kalau TNI, Polri, Buruh kita sesuaikan juga. Contohnya di Polda Metro, mereka sediakan tanah kita bangun di 6 lantai," katanya.
Terkait pengelolaan rusunawa tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada pemeriintah daerah. Setiap rusun harus membuat semacam badan pengelola yang akan bertanggung jawab terhadap pemeliharaan sampai semua persoalan di lingkungan rusun tersebut, termasuk tarif sewanya.
"Sebelum diberikan hibah, mereka itu harus memiliki badan pengelola, nah ini yang akan diberikan tanggung jawab," tutup Djan.
(/)










































