Direktur Utama BTN Maryono mengatakan di Australia kebutuhan rumah 500 unit per tahun. Namun investor sangat banyak tertarik. Sementara Indonesia, kebutuhan rumahnya mencapai 600 ribu per tahun.
"Di Australia 500 ribu unit per tahun yang dibangun. Itu investor berbondong-bondong kesana. Indonesia 13,5 juta, dan 600 ribu unit harus dibangun, siapa yang mau? Ini yang menjadi pekerjaan rumah," ungkapnya seminar outlook economy 2014 di Hotel Four Season, Kuningan, Jakarta, Senin (18/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apalagi rumah merupakan sektor yang menjadi penting bagi sektor lain. Termasuk dari pada industri keramik, perkayuan, semen dan semuanya menggunakan bahan lokal," sebutnya
Selain itu, anggaran untuk program rumah murah juga turun untuk tahun depan. Menurutnya ini harus menjadi perhatian bagi semua pihak. Karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan rumah.
"Ini menjadi perhatian 2014, untuk FLPP, APBN malah turun. Ini bagaimana kita menyiasati properti kedepan," kata Maryono.
(mkj/dru)











































