Bos BTN Paparkan Perbandingan Industri Properti di Australia dan Indonesia

Bos BTN Paparkan Perbandingan Industri Properti di Australia dan Indonesia

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 18 Nov 2013 11:30 WIB
Bos BTN Paparkan Perbandingan Industri Properti di Australia dan Indonesia
Jakarta - Pelemahan ekonomi diprediksi masih berlanjut tahun depan. Hal ini membawa dampak buruk untuk sektor properti. Pasalnya kebutuhan rumah di Indonesia (backlog) mencapai 13,5 juta unit.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan di Australia kebutuhan rumah 500 unit per tahun. Namun investor sangat banyak tertarik. Sementara Indonesia, kebutuhan rumahnya mencapai 600 ribu per tahun.

"Di Australia 500 ribu unit per tahun yang dibangun. Itu investor berbondong-bondong kesana. Indonesia 13,5 juta, dan 600 ribu unit harus dibangun, siapa yang mau? Ini yang menjadi pekerjaan rumah," ungkapnya seminar outlook economy 2014 di Hotel Four Season, Kuningan, Jakarta, Senin (18/11/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sektor properti menurutnya sangat terintegrasi dengan sektor lainnya. Sebab kecenderungan pengembang menggunakan produk lokal. Sektor lain misalnya seperti keramik, perkayuan, semen dan yang lainnya. Artinya jika sektor properti melambat maka sektor lainnya akan langsung terkena.

"Apalagi rumah merupakan sektor yang menjadi penting bagi sektor lain. Termasuk dari pada industri keramik, perkayuan, semen dan semuanya menggunakan bahan lokal," sebutnya

Selain itu, anggaran untuk program rumah murah juga turun untuk tahun depan. Menurutnya ini harus menjadi perhatian bagi semua pihak. Karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan rumah.

"Ini menjadi perhatian 2014, untuk FLPP, APBN malah turun. Ini bagaimana kita menyiasati properti kedepan," kata Maryono.

(mkj/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads