Di Depan Pengusaha Properti, MS Hidayat Pesan Jangan 'Beli Kucing dalam Karung'

Di Depan Pengusaha Properti, MS Hidayat Pesan Jangan 'Beli Kucing dalam Karung'

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 26 Nov 2013 15:18 WIB
Di Depan Pengusaha Properti, MS Hidayat Pesan Jangan Beli Kucing dalam Karung
Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat hadir dalam musyawarah nasional (Munas) Real Estate Indonesia (REI) ke-14 di Hotel Gran Melia, Jakarta. Sebagai pejabat yang juga pengusaha properti, MS Hidayat memberikan beberapa pesan kepada teman-teman pengusahanya yang akan memilih ketua REI baru.

"REI itu organisasi properti, mulai developer kecil sampai besar itu ada. Kalau mau milih ketua umum dan sebagainya itu sudah jelas. Nggak ada yang beli kucing dalam karung," kata Ketua Kehormatan Real Estate Indonesia (REI) ini dalam sambutannya, Selasa (26/11/2013)

Ia mengatakan pengusaha properti merupakan profesi yang terhormat. Bisnis properti dan otomotif menjadi acuan bagi sektor lainnya, sehingga ia berharap pertumbuhannya tak menurun karena itu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hidayat mengimbau agar para pengusaha properti berperan dalam hal mengatasi kekurangan pasok (backlog) 15 juta rumah. Meskipun saat ini ada dua pasar yang menjadi pilihan bagi pengembang untuk menjalankan bisnisnya.

Pertama, segmen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk rumah bersubsidi yang harganya ditentukan pemerintah. Kedua, pasar segmen menengah ke atas, yang 100% pemerintah tak perlu ikut campur soal permintaan dan penawarannya, namun masalah perizinan dan IMB bisa dinolkan.

"Saya ingin di REI anda memperjuangkan kepentingan yang tadi disebutkan agar performance bisnis berjalan terus," katanya.

Ia mengatakan pertumbuhan properti tumbuh 7,8% di tahun 2000 dan menjadi 13% di 2012. Menurutnya pertumbuhan properti mendorong banyak sektor lain dan kesempatan kerja. Hidayat menegaskan sektor properti yang sekarang sedang dikawal pemerintah karena riil sektor ini yang menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Pemerintah akan terus melihat keluhan dan potensi. Akan mengupayakan pungli-pungli dan sebagainya itu akan diminalisir serendah-rendahnya. Kami akan upayakan itu. Kedua adalah semua permintaan untuk tax insentif yang akan mendorong daya saing itu akan dipenuhi, tapi tidak semua," katanya.

(hen/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads