Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan mengatakan Pertamina menargetkan menjadi perusahaan energi terbesar di ASEAN pada 2025, untuk mencapai target tersebut dibutuhkan kegesitan dan efisiensi
"Pertamina harus menjadi ASEAN Energy Champion pada 2025, maka dari itu Pertamina butuh kegesitan dan efisiensi dan seluruh pekerja harus lebih gesit untuk bisa go international," kata Karen dalam acara Groundberaking Pertamina Energi Tower, Kuningan, Senin (9/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka semua pekerja harus ditempatkan dalam satu wadah dan tidak ada pegawai direktorrat masing-masing divisi, semua pegawai adalah pertamina bersatu," ucapnya.
Maka dengan dibangunnya Pertamina Energy Tower ini, semua potensi energi terbarukan akan dimanfaatkan di gedung ini, mulai dari matahari, angin, air dan lainnya semua harus termanfaatkan.
"55% gedung ini akan menjadi wilayah terbuka, sehingga dapat mengolah kembali air hujan, matahari akan dimanfaatkan untuk penerangan," ucapnya lagi.
Karena menambahkan Pertamina Energy Tower ditargetkan selesai pembangunannya pada 2020, dengan begitu diharapkan akan mengubah ikon Indonesia yang saat ini masih identik dengan HI.
"Kalau HI selalu menjadi ikon Indonesia, 2020 saya berharap Pertamina Energy Tower akan menjadi landmark Indonesia di mana tingginya mencapai 500 meter," tandas Karen.
(rrd/ang)











































