Contoh saja Zhong Jian dan istrinya yang harus menyediakan uang besar untuk sebuah rumah kecil di wilayah Beijing. Agar anak perempuannya yang berumur 1,5 tahun bisa mengenyam pendidikan di sekolah kelas atas dekat rumah tersebut.
Di China, sekolah negeri harus menerima murid yang tinggal di wilayah tersebut. Orang tua seperti Zhong, membuat harga rumah di sekitar sekolah populer naik. Tren ini terus terjadi karena pertumbuhan anak kecil akan naik, karena China menghapuskan kebijakan satu anak pada bulan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga untuk rumah dan apartemen seken di Beijing naik 19% pada Oktober, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun kenaikan harga peoperti terjadi lebih tinggi di wilayah yang lokasinya berdekatan dengan sekolah favorit.
Secara rata-rata, harga rumah yang lokasinya berdekatan dengan sekolah favorit 50% lebih mahal, dibandingkan rumah-rumah lain.
Kebijakan (penghapusan satu anak) terbaru akan membuat permintaan lebih tinggi dibandingkan kesediaan rumah di dekat sekolah dalam 3 sampai 5 tahun ke depan.
Zhong, pria berusia 32 tahun yang bekerja sebagai penjualan alat-alat elektronik, harus membayar 2 juta yuan (US$ 328.200) atau sekitar Rp 3,2 miliar untuk sebuah rumah kecil dengan 1 kamar seukuran 4 tempat tidur king size, yang lokasinya dekat dengan sekolah dasar favorit nomor 2 di Beijing.
Rumah tersebut tidak memiliki kamar mandi, namun harganya lebih dari 2 kali lipat dibandingkan harga rumah di pinggiran Beijing. Sayangnya, pemilik rumah menginginkan harga lebih tinggi, sehingga Zhong tidak mampu membayarnya.
Para orang tua di China harus berjuang untuk mendapatkan sekolah bagus bagi anak-anaknya. Biaya yang besar harus dikeluarkan agar anak mereka bisa menikmati pendidikan yang bagus.
(dnl/dnl)











































