Direktur Utama Midas Land Gatot Sukarno Adi mengaku, proyek ini baru pertama kalinya dibangun Midas Land I perusahaan. Setelah sebelumnya membangun proyek-proyek hunian di Bali dan Makassar.
"Karena kami tahu kebutuhan hunian di Jakarta masih banyak. Ini baru pertama kalinya kita masuk Jakarta," kata Gatot saat berbincang di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (10/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita cuma bangun 6 unit. Segmennya untuk golongan atas," katanya.
Dalam membangun proyek hunian yang diberi nama Omahasa Reisdence at Kemang ini, Midas Land menggelontorkan investasi hingga Rp 30 miliar. Hunian tersebut dibanderol dengan harga Rp 7-9 miliar.
"Harga kalau yang tipe yang besar kita buka di harga Rp 9 miliar, yang kecil Rp 7 miliar," kata Komisaris Midas Land Deny Rahman Saleh.
Selain bisa dibeli, jika tidak ada peminat proyek tersebut pun bisa dikontrakan dengan kisaran harga US$ 3.000-US$ 4.000 per bulan. Proyek tersebut akan mulai dibangun pada akhir bulan Januri 2014 dan diperkirakan selesai 8 bulan setelahnya.
Harga yang ditawarkan memang mahal, karena harga tanah di Jakarta terus melambung. Midas Land mengaku, membeli tanah di kawasan Cilandak itu Rp 20 juta/m2. Selain karena faktor tanah, faktor harga material bangunan yang selalu naik 15%/tahun juga menjadi salah satu alasan rumah mewah ini dibanderol mahal.
"Investasi yang kita tanamkan sekitar Rp 30 miliar," jelasnya.
Deny mengatakan, hunian tersebut dibangun dengan desain dari arsitek ternama Andra Matin. Hunian yang dibangun mengusung konsep hijau dan modern dengan dilengkapi 3 kamar tidur, 1 ruang teater, dan 4 kamar mandi.
Selain itu, setiap rumah dilengkapi kolam renang dan pos satpam pribadi. Bagian atap dari rumah 3 lantai ini dilengkapi rerumputan hijau.
"Lokasinya sangat dekat banget dengan Simatupang, dekat Cilandak, Ampera dan Kemang," tutupnya.
(zlf/dnl)











































