"Untuk mendukung pendidikan di daerah, maka dari pemerintah dibangunlah 1 blok Rusunawa dengan dengan 3 lantai, dan mampu menampung 188 orang dengan nilai Rp 5,6 miliar," ungkap Djan dalam sambutannya di aula kampus di Dharmasraya, Sumatera Barat, Senin (20/1/2014).
Lokasi rusunawa terletak di kawasan kampus STIKES-STMIK-STKIP. Pembangunan rusunawa ini bertujuan sebagai asrama untuk mahasiswa dan mahasiswi yang berkuliah di kampus tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Yayasan Elvina menuturkan, kampus ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan. Apalagi Dharmasraya merupakan perbatasan antara dua provinsi Sumatera Barat dan Jambi.
Untuk menempuh ke area pendidikan seperti Padang dan Jambi membutuhkan waktu masing-masing 4 dan 7 jam. Beberapa tahun berjalan, minat masyarakat terlihat cukup tingi. Saat ini total mahasiswa yang tercatat adalah 964 orang.
"Ini kan merupakan perbatasan antara Jambi dan Padang. Kalau ke Padang butuh 4 jam dan Jambi 7 jam. Sementara banyak yang butuh sekolah. Jadi dibangunlah kampus ini," ujarnya pada kesempatan yang sama.
"Kalau sekarang tingginya minat masyarakat yang ingin bersekolah melanjutkan ke pedidikan profesi seperti ini. Kita asramakan dari awal sampai akhir selesai, agar mereka jadi pekerja yang terampil dan terdidik dan siap di lapangan," tutup Elvina.
(mkj/dnl)










































