Bunga Kredit Rumah di Provinsi Ini Paling Tinggi se-Indonesia

Bunga Kredit Rumah di Provinsi Ini Paling Tinggi se-Indonesia

- detikFinance
Rabu, 19 Feb 2014 07:45 WIB
Bunga Kredit Rumah di Provinsi Ini Paling Tinggi se-Indonesia
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan penjualan properti residensial primer (rumah baru) pada triwulan I-2014 masih dibayang-bayangi kenaikan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Hal ini didasarkan dari survei yang dilakukan BI terhadap para pengembang properti yang beranggapan masalah bunga KPR jadi penghambat utama penjualan properti awal tahun ini.

BI juga mencatat Kalimantan Barat jadi provinsi yang bunga KPR-nya paling tinggi dari tingkat bunga KPR yang diberikan oleh bank-bank BUMN berkisar 9%-12%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan lokasi proyek, suku bunga tertinggi KPR ada di Kalimantan Barat sebesar 12,55%, sedangkan suku bunga KPR yang terendah berada di Kepulauan Bangka Belitung sebesar 8,43%," jelas Survei harga properti residensial primer (rumah baru) oleh Bank Indonesia (BI) untuk triwulan IV-2013 dikutip Rabu (19/2/2014)

Menurut survei tersebut, para pengembang mengaku selain masalah utama kenaikan bunga KPR, juga ada hambatan lainnya yaitu masalah kenaikan harga bahan bangunan, uang muka rumah, dan pajak.

Selain itu, BI mencatat pertumbuhan penjualan rumah di triwulan IV-2013 melambat dibandingkan triwulan sebelumnya (qtoq) dari 39,80% menjadi 13,05%. Penyebabnya adanya upaya pengetatan kredit pemilikan rumah (KPR) oleh BI.

"Kebijakan penyempurnaan ketentuan Loan To Value (LTV) 2013 turut memberikan dampak terhadap penurunan permintaan hunian. Perlambatan kenaikan penjualan terutama terjadi pada rumah tipe kecil," jelas BI Rabu (19/2/2014)

Perlambatan penjualan rumah pada triwulan IV-2013 tercermin dari turunnya angka penyaluran kredit rumah dan apartemen. Pada periode ini total KPR mencapai Rp 280,52 triliun atau hanya tumbuh 2,21% (qtoq),padahal pada triwulan sebelumnya sempat tumbuh 5,61%. Dari total KPR itu hanya 6,73% untuk penyaluran kredit rumah subsidi (FLPP).

Survei harga properti residensial primer (rumah baru) merupakan survei tiga bulanan yang dilaksanakan sejak triwulan I-1999 oleh BI. Dilakukan terhadap sampel kalangan pengembang properti di 12 kota yaitu Medan, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Manado, dan Makassar.

Wilayah Jabodetabek mulai disurvei pada triwulan I-2002, dan pada triwulan I-2004 ditambah kota Pontianak sehingga menjadi 14 kota. Total responden yang disurvei mencakup 45 pengembang utama di Jabodetabek dan Banten dan sekitar 215 pengembang di 13 kantor Bank Indonesia.

Tipe rumah kecil hingga berukuran 36 m2, tipe rumah menengah dari 36 m2 hingga 70 m2 sedangkan rumah tipe besar di atas 70 m2.

(hen/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads