Kenaikan Harga Rumah di Surabaya dan Manado Masih yang Tertinggi

Kenaikan Harga Rumah di Surabaya dan Manado Masih yang Tertinggi

- detikFinance
Rabu, 19 Feb 2014 08:20 WIB
Kenaikan Harga Rumah di Surabaya dan Manado Masih yang Tertinggi
Jakarta - Kota Manado di Sulawesi Utara dan Surabaya di Jawa Timur masih menjadi kota yang kenaikan harga rumahnya paling pesat di Indonesia. Sepanjang tahun lalu hampir setiap triwulan, dua kota ini mengalami kenaikan paling pesat.

Survei harga properti residensial primer atau rumah baru oleh Bank Indonesia (BI) triwulan IV-2013 menunjukkan kenaikan harga properti residensial secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY) sebesar 11,51%.

"Kenaikan harga paling tinggi terjadi di Manado 23,3% terutama pada rumah tipe menengah 35,38% dan Surabaya 21,69% terutama pada tipe kecil 25,07%," jelas Survei harga properti residensial primer, Rabu (19/2/2014)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada triwulan IV-2013 dibandingkan triwulan sebelumnya (q to q), harga properti residensial mengalami kenaikan 1,77% atau lebih rendah dibandingkan kenaikan triwulan sebelumnya yang mencapai 2,29%. Penyebabnya karena kenaikan harga bahan bangunan, kenaikan upah pekerja, dan kenaikan BBM.

Kenaikan harga paling tinggi terjadi pada rumah menengah, meskipun kenaikan harga terjadi di seluruh tipe bangunan. Berdasarkan wilayah, selain Surabaya yang mengalami kenaikan harga tertinggi (qtoq), kota yang harga properti residensialnya juga naik tinggi adalah Banjarmasin sebesar 2,5%, terutama pada tiper kecil sebesar 7,5%.

"Harga properti residensial di Surabaya naik paling tinggi sebesar 5,65%, terutama pada tipe rumah menengah 9,29%," jelas BI.

Kenaikan harga properti rumah diperkirakan masih berlanjut pada triwulan I tahun ini. Kenaikan harga rumah secara triwulanan (qtoq) diperkirakan akan naik 2,56% atau lebih tinggi dari triwulan IV tahun lalu. Kota Surabaya kenaikan harga rumah diperkirakan masih yang paling tinggi di triwulan ini yaitu sebesar 8,9% (qtoq).

"Secara tahunan (YoY) kenaikan harga properti pada triwulan I-2014 diperkirakan melambat hanya 9,10% dibandingkan triwulan sebelumnya yang sampai 11,51%," jelas BI.

Lagi-lagi, Kota Manado dan Surabaya diperkirakan akan mengalami kenaikan harga yang paling pesat di awal tahun ini dibandingkan triwulan yang sama tahun lalu (yoy). Kenaikan harga rumah di Surabaya diperkirakan mencapai 21,76% dan Manado sebesar 25,24%.

Survei harga properti residensial primer (rumah baru) merupakan survei tiga bulanan yang dilaksanakan sejak triwulan I-1999 oleh BI. Dilakukan terhadap sampel kalangan pengembang properti di 12 kota yaitu Medan, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Manado, dan Makassar.

Wilayah Jabodetabek mulai disurvei pada triwulan I-2002, dan pada triwulan I-2004 ditambah Kota Pontianak sehingga menjadi 14 kota. Total responden yang disurvei mencakup 45 pengembang utama di Jabodetabek dan Banten dan sekitar 215 pengembang di 13 kantor Bank Indonesia.

Tipe rumah kecil hingga berukuran 36 m2, tipe rumah menengah dari 36 m2 hingga 70 m2 sedangkan rumah tipe besar di atas 70 m2.

(hen/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads