Perputaran Uang Iuran di Sebuah Apartemen Bisa Capai Rp 2 Miliar/Bulan

Perputaran Uang Iuran di Sebuah Apartemen Bisa Capai Rp 2 Miliar/Bulan

Agus Setiawan - detikFinance
Kamis, 27 Feb 2014 16:52 WIB
Perputaran Uang Iuran di Sebuah Apartemen Bisa Capai Rp 2 Miliar/Bulan
Jakarta - Pengelolaan uang iuran atau service charge yang dikelola oleh pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) dalam satu apartemen atau rusun bisa mencapai Rp 1-2 miliar per bulan.

Ketua Umum Persatuan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (P3RSI) Mualim Wijoyo mengatakan besar kecilnya service charge rumah susun itu tergantung dari skala bangunan sebuah rusun. Selama ini biaya service charge mencakup biaya kebersihan, perawatan gedung seperti lift, keamanan, dan pemeliharaan fasilitas.

"Besar kecilnya service charge itu tergantung dari besarnya gedung semakin besar iuran akan lebih kecil, kalau 10 juta dibagi 10 dapetnya 1. Juta tapi kalau dibagi 20-30 akan lebih murah," katanya saat diskusi rumah susun di Thamrin Residence, Jakarta (27/2/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mualim mengatakan rata-rata biaya service charge untuk rumah susun sederhana Rp 10.000 per m2 untuk tiap bulannya, sementara untuk apartemen yang ekslusif dan komersial biaya service charge bisa capai Rp 20.000 per m2 per bulannya.

"Rata-rata Rp 10.000 per bulan per meter persegi, itu untuk luasan yang luas tapi kalau yang kecil bisa lebih. Untuk yang ekslusif bisa sampe 20 ribu per meter per bulan,"

Dalam sebulan jumlah uang yang dikelola oleh pengurus rusun jumlahnya bisa Rp 1-2 miliar. Angka yang demikian besar ini yang membuat Kepengurusan rumah susun menjadi rebutan karena pengelolaan yang besar.

"Pengurus PPRS punya kekuasaan penuh, mereka yang ambil keputusan, manakala mereka ini memegang uang begitu banyak. Uang bisa Rp 1-2 miliar, uang pengeluaran gedung ini aja bisa Rp 1 miliar per bulannya," imbuhnya.

Mualim menjelaskan soal kenaikan service charge di rusun tidak dapat dinaikkan begitu saja. Service charge itu bisa naik kalau pengeluarannya naik.

"Pengembang maupun badan pengelola tidak akan menaikkan service charge kalau pengeluaran tidak naik. Banyak sekali komponen pengeluaran gedung. Kemarin UMP naik kita (pengurus) udah goyang. OJK memutuskan naik asuransi gedung, itu juga akan berdampak dengan pengeluaran, tapi sejauh ini akan berdampak tapi belum kita hitung," pungkasnya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads