Ketua Umum Persatuan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (P3RSI) Mualim Wijoyo mengatakan besar kecilnya service charge rumah susun itu tergantung dari skala bangunan sebuah rusun. Selama ini biaya service charge mencakup biaya kebersihan, perawatan gedung seperti lift, keamanan, dan pemeliharaan fasilitas.
"Besar kecilnya service charge itu tergantung dari besarnya gedung semakin besar iuran akan lebih kecil, kalau 10 juta dibagi 10 dapetnya 1. Juta tapi kalau dibagi 20-30 akan lebih murah," katanya saat diskusi rumah susun di Thamrin Residence, Jakarta (27/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rata-rata Rp 10.000 per bulan per meter persegi, itu untuk luasan yang luas tapi kalau yang kecil bisa lebih. Untuk yang ekslusif bisa sampe 20 ribu per meter per bulan,"
Dalam sebulan jumlah uang yang dikelola oleh pengurus rusun jumlahnya bisa Rp 1-2 miliar. Angka yang demikian besar ini yang membuat Kepengurusan rumah susun menjadi rebutan karena pengelolaan yang besar.
"Pengurus PPRS punya kekuasaan penuh, mereka yang ambil keputusan, manakala mereka ini memegang uang begitu banyak. Uang bisa Rp 1-2 miliar, uang pengeluaran gedung ini aja bisa Rp 1 miliar per bulannya," imbuhnya.
Mualim menjelaskan soal kenaikan service charge di rusun tidak dapat dinaikkan begitu saja. Service charge itu bisa naik kalau pengeluarannya naik.
"Pengembang maupun badan pengelola tidak akan menaikkan service charge kalau pengeluaran tidak naik. Banyak sekali komponen pengeluaran gedung. Kemarin UMP naik kita (pengurus) udah goyang. OJK memutuskan naik asuransi gedung, itu juga akan berdampak dengan pengeluaran, tapi sejauh ini akan berdampak tapi belum kita hitung," pungkasnya.
(hen/hen)











































