NJOP Naik 140%, 'Orang Kaya Lama' di Menteng Bakal Jual Rumahnya

NJOP Naik 140%, 'Orang Kaya Lama' di Menteng Bakal Jual Rumahnya

- detikFinance
Senin, 10 Mar 2014 13:20 WIB
NJOP Naik 140%, Orang Kaya Lama di Menteng Bakal Jual Rumahnya
Jakarta - Kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) 2014 di Jakarta secara otomatis akan menaikkan setoran pajak bumi bangunan masyarakat ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun hal ini juga memberatkan para pemilik properti (tanah dan bangunan) yang harus membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) lebih tinggi.

Sekretaris Jendral Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), Endang Widjaja menilai bahwa dengan kenaikan NJOP yang tinggi di Jakarta memberatkan masyarakat untuk membayar pajak PBB.

Ia memberikan contohkan kalangan atas yang tinggal di kawasan Menteng, Jakarta Pusat lebih memilih untuk menjual rumahnya dan pindah di tempat lain karena pajak yang terlalu tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan kenaikan yang besar saya rasa jangankan masyarakat kecil, saat ini saja ada orang kaya lama yang tinggal di Menteng ada yang nggak kuat bayar pajaknya. Mereka lebih memilih menjual rumah terus cari rumah di tempat lain," imbuh Endang kepada detikFinance, pekan lalu.

Endang menambahkan bahwa kenaikan NJOP yang tinggi ini akan memberatkan masyarakat namun tidak akan membuat banyak orang ramai-ramai pindah dari Jakarta.

"Memberatkan bagi masyarakat iya tapi nggak akan ada ramai-ramai pindah dari Jakarta kecuali di daerahnya ada bencana atau kena proyek," tambahnya.

Endang menilai bahwa kenaikan NJOP sebenarnya tidak menjadi permasalahan jika kenaikannya masih sesuai dengan harga pasar yang ada saat ini, namun jika kenaikannya berlebihan hal ini akan berdampak yang merugikan masyarakat.

"Kenaikan sebenarnya tidak menjadi masalah asalkan sesuai dengan harga pasar yang ada saat ini jangan sampai kenaikan itu melebihi dari harga pasar karena kalau kenaikannya terlalu tinggi pasti merugikan," jelas Endang.

APERSI tidak mempermasalahkan kenaikan NJOP yang ada di Jakarta, karena saat ini APERSI lebih banyak mendirikan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di daerah-daerah yang harga tanah berdasarkan NJOP maupun harga pasar yang masih rendah.

(hen/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads