NJOP Naik, Apartemen dan Rumah di Pinggiran Pondok Indah Jadi Incaran

NJOP Naik, Apartemen dan Rumah di Pinggiran Pondok Indah Jadi Incaran

- detikFinance
Rabu, 12 Mar 2014 16:11 WIB
NJOP Naik, Apartemen dan Rumah di Pinggiran Pondok Indah Jadi Incaran
Jakarta - Apartemen dan rumah di pinggiran kawasan Pondok Indah (PI), jadi incaran bagi para konsumen maupun investor yang membidik hunian Jakarta Selatan. Kawasan pinggiran PI dan apartemen di Pondok Indah dianggap lebih miring daripada harga rumah tapak (landed house) di kawasan ini.

Marketing agen sebuah broker properti di Pondok Indah Denny Amiruddin mengatakan, ketika harga rumah tapak di Pondok Indah makin tinggi, apalagi pasca kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Jakarta. Saat ini transaksi broker di kantornya hanya mengandalkan dari transaksi apartemen dan hunian di pinggiran Pondok Indah.

"Sekarang yang diincar kelas menengah Rp 2-3 miliar yang laku, di Pondok Pinang, Tanah Kusir," katanya kepada detikFinance, Rabu (12/3/2014)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai broker, ia mengatakan, kalau hanya mengandalkan transaksi jual beli dari rumah tapak di Pondok Indah, saat ini sangat sulit. Penjualan nihil, karena harga yang ditawarkan penjual sudah sangat tak rasional apalagi pasca kenaikan NJOP. Para pembeli kini berpikir ulang untuk membeli rumah tapak di Pondok Indah.

"Apartemen lumayan lah, per meter baru Rp 40 juta Pondok Indah residence, kalau yang pinggir sekitar Rp 20 juta per meter harganya Rp 3-4 miliar. Harapan kita dari apartemen," katanya.

Menurutnya dengan harga rata-rata apartemen di Pondok Indah hanya berkisar Rp 3-4 miliar per unit, masih dianggap rasional oleh para calon pembeli. Bandingkan dengan harga rumah tapak yang harganya sudah puluhan miliar rupiah.

"Saya pernah jual rumah (tapak) paling mahal Rp 50 miliar di Pondok Indah," katanya.

Ia mengakui harga pasar rumah Pondok Indah sangat tak wajar karena jadi ajang investasi. Dampaknya bukan hanya calon pembeli yang sulit menjangkau harga, penawaran pun tak bisa diserap pasar.

"Prinsipnya kita hanya perantara, broker kasih nasihat, kalau dia (penjual) butuh, kita harus turunkan harga, kalau sangat kemahalan," katanya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads