Proyek properti itu dimiliki oleh perusahaan keluarga Li, Pacific Century Premiun Developments yang dipimpin oleh anak termuda taipan properti itu, Richard Li.
Harga yang disepakati lebih rendah 30% dibanding harga yang diminta Li tahun lalu. Properti ini mencakup dua menara perkantoran, dua blok apartemen, dan pusat perbelanjaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Strategi investasi Li sejak tahun 1970-an menunjukkan bahwa Li akan terus menjual asetnya dua sampai tiga tahun sebelum krisis untuk merealokasikan sumber dananya," kata seorang sumber di dalam perusahaan, dikutip dari AFP, Jumat (11/4/2014).
Bisa jadi Li melihat ke depan akan ada krisis di Tiongkok, ditambah ada pertumbuhan ekonomi yang melambat di China.
Li juga telah menjual proyek propertinya di kebanyakan kota-kota di Tiongkok termasuk selatan Guangzhou, dan penghubung Shanghai.
Muncul spekulasi bahwa orang kaya berumur 85 tahun ini menarik diri dari China.
Perekonomian China tumbuh 7,7% di 2013, angka yang sama juga terjadi di tahun 2012, namun merupakan angka rata-rata pertumbuhan terlambat sejak tahun 1999.
Negara dengan ekonomi terbesar kedua telah menunjukkan tanda-randa pelemahan ekonomi belakangan ini dengan indikator yang mengecewakan, termasuk sektor perdagangan, produktivitas industri, dan daya beli masyarakat, namun lebih memperhatikan terhadap sektor kesehatan.
(zul/ang)











































