Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan kepada detikFinance, Selasa (13/5/2014)
"Ekonomi negara Malaysia, Singapura dan Hong Kong maju salah satunya karena mal," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak adanya pembangunan mal di Bukit Bintang membuat daerah yang tadinya sepi dan tidak diperhitungkan kini menjadi salah satu sumber devisa Malaysia karena banyak turis yang datang.
"Malaysia bangun Bukit Bintang buka mal ekonominya bagus sekali. Singapura juga sama bahkan di Hong Kong karena keterbatasan tempat dia bangun mal hingga 8 lantai," imbuhnya.
Selain itu, keberadaan mal justru mampu menekan angka pengangguran, setidaknya ada serapan tenaga kerja di sektor ritel, pemasok dan lainnya. Berdasarkan hitungannya, setiap satu mal yang dibangun mampu menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja langsung dan ribuan tenaga kerja tidak langsung.
"Ritel, pabrikan berjualan di mal. Orang kerja di satu mal itu bisa 6.000 tenaga kerja terserap," katanya.
Fenomena pembangunan mal di Indonesia termasuk daerah tak bisa dihindari oleh para pemerintah daerah. Pemerintah daerah kini mulai mengizinkan pembangunan mal tak terkecuali oleh pemda yang sebelumnya menolak pembangunan mal seperti di Kabupaten Banyuwangi.
(wij/hen)











































