10 Perusahaan Properti Kuasai Tanah Kosong di Jakarta dan Sekitarnya

10 Perusahaan Properti Kuasai Tanah Kosong di Jakarta dan Sekitarnya

- detikFinance
Selasa, 13 Mei 2014 14:18 WIB
10 Perusahaan Properti Kuasai Tanah Kosong di Jakarta dan Sekitarnya
Jakarta - Tanah kosong di Jakarta dan sekitarnya makin menyusut. Tanah yang tersedia kini dikuasai oleh sekitar 10 perusahaan properti raksasa.

Menurut Direktur Eksekutif Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Erani Yustika kondisi kepemilikan lahan sekarang ini mengarah ke praktik oligopoli yakni kepemilikan bidang-bidang lahan hanya oleh segelintir pihak.

"Pemerintah harus mengatur serius ini. Karena fungsi lahan sebagai fungsi sosial harus dikembalikan," kata Erani saat dihubungi detikFinance, Selasa (13/5/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara aturan ekonomi, tanah dalam jumlah besar tidak bisa dimiliki oleh perorangan atau korporasi karena dikhawatirkan bisa menganggu akses orang lain saat mencari hunian.

Selain itu, praktik oligopoli ini bisa mengarah kepada pengaturan harga secara sepihak. Buktinya, harga properti di Jakarta naiknya sangat tinggi, jauh lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan pendapatan warga Indonesia.

"Kenaikan (harga) properti ini kan tiap tahun tinggi sekali, jauh lebih tinggi dari kenaikan pendapatan orang-orang. Ini kan jadi makin sulit untuk memiliki lahan," jelasnya.

Erani tidak menyebut secara detil perusahaan-perusahaan mana saja yang menguasai lahan dalam jumlah banyak tersebut. Namun ia memberi bocoran, rata-rata para perusahaan itu menguasai lahan di Jakarta dan sekitarnya dalam jumlah besar.

"Fungsi sosialnya menghilang. Dikuasai kepentingan ekonomi semata," terang dia.

Sebelumnya, beberapa perusahaan properti yan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku punya banyak cadangan tanah (land bank) yang cukup besar. Lahan-lahan ini siap dikembangkan menjadi aneka bentuk properti, seperti rumah dan mal.

(ang/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads