Harga Rumah di 3 Kota Naik Paling Pesat, Ini Alasannya

Harga Rumah di 3 Kota Naik Paling Pesat, Ini Alasannya

- detikFinance
Minggu, 18 Mei 2014 15:26 WIB
Harga Rumah di 3 Kota Naik Paling Pesat, Ini Alasannya
Jakarta -

Harga hunian di Surabaya, Manado dan Makassar mengalami kenaikan paling tinggi sepanjang 2013. Bahkan pada tiga bulan pertama 2014, harga rumah di Makassar naik yang paling tinggi.

Praktisi Properti Setyo Maharso memaparkan bahwa, kondasi tersebut terjadi secara wajar berdasarkan hukum permintaan dan penawaran di tiga kota tadi.

"Ini wajar saja ya, hukum permintaan dan penawaran saja. Kalau, Manado itu, pendapatan per kapitanya naik, permintaan huniannya juga naik. Tapi di sana kan ketersediaan lahannya terbatas. Di Makassar, tipikalnya sama kayak Manado. Lahannya terbatas, tapi yang minta rumah banyak," kata Setyo kepada detikFinance, Minggu (18/5/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan di Surabaya lebih mirip Jakarta karena sekarang sudah menjadi kota metropolitan. Harga hunian naik karena lahan yang terbatas, permintaan tinggi, termasuk jadi pusat bisnis.

Tingginya permintaan properti di tiga kota tersebut tercermin dari kenaikan harga properti hingga 100% sejak 2005. "Kenaikan di Surabaya itu dari 2005 sudah 100% lebih. Kalau di Manado dan Makassar mendekati juga," tuturnya.

Setyo mengatakan, adapun permintaan hunian di tiga kota tersebut masih didominasi oleh permintaan hunian dalam bentuk rumah tapak atau landed house.

"Kalau permintaan hunian di tiga tempat ini sama, lebih banyak landed house (rumah tapak). Harga bervariasi tergantung lokasi. Kalau di Surabaya yang paling tinggi itu kenaikannya di Surabaya Barat," kata Mantan Ketua Umum Realestate Indonesia (REI) ini.

Para pelaku industri properti juga mulai melirik pasar hunian vertikal seperti Apartemen meskipun permintaannya balum bisa dibandingkan dengan permintaan terhadap rumah tapak.

"Apartemen ada juga, permintaannya juga makin banyak. Tapi baru di Makassar dan Surabaya. Di Manado belum. Peminatnya tentu ada, buktinya beberapa anggota kita (Aggota REI) yang membangun apartemen di sana permintaannya banyak juga," tambahnya.

Pada triwulan III-2013, Bank Indonesia (BI) mencatat secara tahunan atau year on year (YoY) rata-rata harga rumah mengalami kenaikan 13,51%, angka ini lebih tinggi dari kenaikan YoY triwulan II-2013 yang hanya 12,11%. Dimana, kenaikan harga rumah tertinggi terjadi pada tipe rumah kecil mencapai 18,49%.

Berdasarkan wilayah kenaikan harga paling tinggi terjadi di Manado 22,96% dan Surabaya 20,24%.

Badingkan saja, pada triwulan II-2013 lalu Surabaya, Jawa Timur dan Manado, Sulawesi Utara menjadi kota yang mengalami kenaikan harga rumah baru tertinggi di Indonesia pada periode triwulan II-2013 dibandingkan periode sebelumnya (YoY). Masing-masing kenaikan harga rumah mencapai naik 18,85% dan 16,91%.

Pada triwulan I-2013 lalu BI juga mencatat Kenaikan harga rumah tertinggi pada tipe rumah kecil 16,27%, kenaikan tertinggi terjadi di Surabaya khususnya tipe kecil mencapai 16,28%.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads