Causeway Bay, Tempat Sewa Properti Termahal di Dunia

Laporan dari Hong Kong

Causeway Bay, Tempat Sewa Properti Termahal di Dunia

- detikFinance
Senin, 02 Jun 2014 08:16 WIB
Causeway Bay, Tempat Sewa Properti Termahal di Dunia
Jakarta - Salah satu titik pusat kota di Hong Kong, bernama Causeway Bay mungkin jadi kawasan paling diincar, setidaknya untuk berinvestasi properti. Kenapa? Karena tempat ini adalah tempat sewa lahan atau properti yang termahal di dunia.

Untuk lahan mungkin sudah tidak tersedia lagi, karena kawasan ini sudah penuh sesak oleh pusat-pusat perbelanjaan, pusat hiburan, hotel, sarana transportasi yang cukup lengkap dan terintegrasi, gedung perkantoran dan lainnya. Tak heran, daerah ini surga bagi investor properti.

Causeway Bay terdiri dari beberapa jalan, di antaranya Sugar Street, Wing Hing Street, Matheson Street, Keswick Street dan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu orang Indonesia yang telah menjadi warga negara Hong Kong, Wahyudi Chandra punya cerita menarik soal mahalnya harga sewa bangunan di kawasan ini. Chandra, mengatakan, dia harus merogoh kocek ratusan juta untuk menyewa toko berukuran tak lebih dari 20x15 meter dalam sebulan. Toko yang dinamai warung Chandra ini berlokasi di Sugar Street.

"Tempat saya 1 bulan Rp 600 juta di Sugar St," katanya saat berbincang di Causeway Bay, Hong Kong, Minggu (1/6/2014).

Chandra memiliki beberapa warung yang menjual produk Indonesia dan layanan pengiriman uang atau remitansi. Selain di Sugar Street, Chandra juga menyewa warung kecil di Keswick St, yang berada di bukan jalan utama Causeway Bay dengan biaya Rp 150 juta/bulan. Sedangkan tepat di sebelah warung Chandra tersebut, terdapat plasa Grapari Telkomsel yang menurut informasi biaya sewanya mencapai Rp 200 juta/bulan.

Di Hong Kong, lanjut Chandra, jika ingin menyewa bangunan atau hunian ada regulasi penyewa harus menyimpan uang dahulu sebagai deposito selama 3 bulan sewa. Dia mencontohkan, jika penyewa menyewa selama 2 tahun, maka dia harus memberikan deposito selama 3 bulan iuran kepada si pemberi sewa, di samping dia harus membayar iuran setiap bulannya.

"Kita nggak boleh otak-atik itu uang. Setelah selesai kontrak baru bisa diambil. Kecuali kalau kita mau perpanjang," tuturnya.

Uniknya, di Hong Kong, khususnya Causeway Bay, tak ada orang yang berniat menjual propertinya. Baik itu dia memasang iklan atau memasang papan pengumuman di depan rumahnya. Tapi jika ada yang berniat membeli, maka akan terjadi tawar menawar harga.

"Dia nggak mau jual, nggak pasang harga. Tapi kalau ada yang mau beli, dia tanya berapa berani beli harganya," kata pria asal Lombok ini.

Informasi yang sama dikatakan oleh Acong, orang Indonesia yang sudah puluhan tahun menjadi warga negara Hong Kong. Acong mengatakan, untuk sewa bangunan apartemen single bed plus satu kamar mandi saja, biaya sewanya mencapai lebih dari Rp 10 juta per bulan.

"Segede mobil alphard apartemennya itu sudah HKD 7.000 atau sekitar Rp 10,5 juta (kurs: Rp 1.500). Hidup sama anak satu HKD 50 ribu (Rp 75 juta) nggak cukup di sini sebulan," kata pria yang masa kecilnya tinggal di Bandung ini.

Dikutp dari Cushman Wakefield, dari daftar kawasan sewa ritel termahal di dunia tahun 2013, Causeway Bay menduduki posisi teratas dengan harga sewa US$ 3.000/meter persegi, disusul New York's Fifth Avenue and Paris' Avenue des Champs Elysees dengan US$ 2.500 dan US$ 1.600/meter persegi.

(zul/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads