Kisah Awal Rencana Pembangunan Proyek Jalur Puncak II

- detikFinance
Senin, 02 Jun 2014 11:11 WIB
Jalur Puncak yang Kerap Macet
Jakarta -

Proyek jalur puncak II setidaknya sudah dipersiapkan sejak 2011 atau 3 tahun lalu. Proyek ini awalnya ditargetkan bisa rampung 2013. Namun kenyataannya hingga saat ini hanya sepanjang 3,5 km jalan yang sudah mulai diaspal dari total 47,8 km.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV Kementerian Pekerjaan Umum Bambang Hartadi menjelaskan penggagas jalan Puncak II adalah Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurut Bambang, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyampaikan ide tersebut kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berkunjung ke Istana Cipanas sekitar tiga tahun lalu. Maklum saja, rombongan Presiden SBY kerap tersendat akibat macet dari Cipanas hingga keluar dari kawasan Puncak. Gayung pun bersambut, Presiden SBY setuju dengan pembangunan jalan alternatif menuju kawasan Puncak hingga kawasan Cipanas.

“Akhirnya diinstruksikan untuk membangun jalan itu,” kata Bambang dikutip dari Majalah detik Senin (2/6/2014).

Pembangunan melibatkan kerja sama pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat. Pihak Provinsi meminta Kabupaten Bogor membebaskan lahan, sedangkan pusat bertugas membangun jalan dengan biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

 

Rencana pembangunan jalan alternatif ke Puncak melewatii kawasan sirkuit Sentul-Babakan Madang-Hambalang- Sukmamakmur-Pacet Istana Cipanas. Total anggaran untuk pembangunan jalan itu berdasarkan detail engineering design sebesar Rp 759 miliar. Jalan ini dirancang dengan lebar 30 meter dengan dua lajur menuju Jakarta serta dua lajur menuju Cipanas atau jauh lebih lebar dari jalur lama.

(hen/dnl)