Balai Jalan Nasional IV Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan dana pembangunan jalur puncak II, Jawa Barat di 2014. Tahun ini sudah ada anggaran yang disiapkan sebesar Rp 5 miliar, yang masih dalam proses tender.
Kepala Balai Jalan Nasional IV Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Bambang Hartadi menuturkan pembangunan jalan sudah berlangsung pada periode 2012-2013 melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Jawa Barat dari anggaran Kementerian PU. Namun untuk bisa menuntaskan pengerjaan jalan hingga 48 Km, pihaknya masih menunggu kepastian soal seluruh status lahannya.
"Sikap pemerintah mau kepastian dulu, supaya menyeluruh. Tanah itu belum jelas, daripada nanti kita sudah bangun lalu diklaim oleh swasta," kata Bambang kepada detikFinance, Senin (2/6/2014)
Ia merinci anggaran yang disiapkan tahun ini Rp 5 miliar, sedangkan anggaran yang disiapkan tahun 2012 dan 2013 masing-masing sekitar Rp 40 miliar dan Rp 30 miliar.
Bambang menjelaskan anggaran yang dipakai untuk proyek pembangunan jalur puncak memakai anggaran on top atau di luar pagu yang dianggarkan Kementerian PU. Proyek ini memang sudah mendapat restu dari Presiden SBY, yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalur proyek ini akan melewati kawasan Sirkuit Sentul (Bogor)-Babakan Madang-Hambalang- Sukmamakmur-Pacet Istana Cipanas (Cianjur), Jawa Barat.
Dari 47 Km yang akan dibangun, hanya 3,5 Km yang sudah diaspal, sisanya masih tanah yang sudah dipangkas.
Total anggaran untuk pembangunan jalan itu berdasarkan detail engineering design sebesar Rp 759 miliar. Jalan ini dirancang dengan lebar 30 meter dengan dua lajur menuju Jakarta serta dua lajur menuju Cipanas.
(hen/hds)











































