Salah satu visi pasangan Prabowo-Hatta adalah membangun 2.000 tower rumah susun di kota-kota seluruh Indonesia, yang ketersediaan lahannya sudah menipis. Ini untuk mengurangi kurang pasok rumah (backlog) yang menbcapai 15 juta unit.
"Kita akan bangun 2.000 tower, terutama di perkotaan. Ada BUMN atau swasta yang akan bangun," kata Tim Sukses Pasangan Prabowo-Hatta, Harry Azhar Azis, pada acara Diskusi Bedah Capres di Sektor Perumahan Nasional di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (10/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dradjad Wibowo, yang juga salah satu tim sukses pasangan Prabowo-Hatta mengungkapkan, dalam 5 tahun dibutuhkan anggaran Rp 1.400 triliun untuk melaksanakan program infrastruktur di Indonesia.
"Perumahan kita tempatkan pembangunan besar-besaran infrastruktur. Dalam 5 tahun Rp 1.400 triliun akan kita alokasikan untuk infrastruktur dasar," kata Drajad.
Sementara itu, pasangan Jokowi-JK pun akan membangun rumah vertikal dengan jumlah yang jauh lebih besar. Memperbaiki program 1.000 tower rusun yang pernah diusung JK dulu, kali ini pasangan nomor urut 2 ini yakin akan membangun rusun sebanyak 5.000 tower.
"Jadi 5.000 tower untuk 5 tahun ke depan. Dulu punya program 1.000 tower nggak jalan karena pemerintah nggak niat. Sekarang sudah niat maka kita akan bangun 5.000 tower dalam 5 tahun," tegas tim sukses Jokowi-JK di sektor perumahan, Setyo Maharso yang mantan Ketua Real Estate Indonesia (REI) ini.
(zul/dnl)











































