Tim sukses pasangan Prabowo-Hatta di sektor perumahan, Harry Azhar Azis mengatakan kutuhan rumah menjadi program penting pasangan Prabowo-Hatta. Alasanya karena kebutuhan papan sama pentingnya dengan kebutuhan pangan.
"Sudah jadi idelogi yang kita samakan dengan sandang juga pangan. Kalau ada pertanyaan tentang kelembagaan kita akan perkuat Kementerian Perumahan," kata Harry di acara Diskusi Bedah Capres di Sektor Perumahan Nasional di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (10/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"20 tahun 5%. Kalau swasta (komersial) itu 10%-11%. Dan itu cuma untuk dua tahun fixed. Ini kita mau jamin 20 tahun tetap 5%, untuk kelompok menengah ke bawah," tegas Harry.
Selain itu, ia juga mengatakan akan memperkuat tugas dan posisi Bank BTN sebagai bank pemyalur kredit perumahan untuk MBR. "BTN diambil Bank Mandiri, saya mengatakan tidak boleh. Dan kita sudah bicara kemungkinan BTN dijadikan bank khusus," tambah dia.
Selain itu, kubu Prabowo-Hatta juga akan menyisihkan Rp 5 triliun per tahun untuk memberikan subsidi bunga, untuk kredit rumah masyarakat berpenghasilan rendah.
"Kalau sekarang kan Rp 3 triliun, nanti ditambah menjadi Rp 5 triliun," tutupnya.
Seperti diketahui, suku bunga FLPP pada masa-masa awal sempat dipatok 8,15%, kemudian berubah menjadi 7,25%. Pada FLPP, konsumen bisa mencicil rumah hingga 20 tahun dengan bunga dan cicilan tetap.
(zul/hen)











































