Dahlan dan Para Bos BUMN Ikut Resmikan Akhir Pembangunan Hotel Pertama Adhi Karya

Dahlan dan Para Bos BUMN Ikut Resmikan Akhir Pembangunan Hotel Pertama Adhi Karya

- detikFinance
Rabu, 25 Jun 2014 10:52 WIB
Dahlan dan Para Bos BUMN Ikut Resmikan Akhir Pembangunan Hotel Pertama Adhi Karya
Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) melakukan topping off atau penyelesaian akhir konstruksi utama proyek hotel GranDhika Blok M, Jakarta Selatan, hari ini.

Topping off dilakukan pada lantai teratas atau lantai 16 gedung hotel. Hotel berkualifikasi bintang empat tersebut memiliki 255 kamar dan menelan investasi Rp 231 miliar.

Hadir pada acara topping off hotel pertama milik Adhi Karya tersebut adalah Menteri BUMN Dahlan Iskan, Komisaris Utama Adhi Karya Imam Santoso Ernawi, Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk Maryono, Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Arif Yahya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan menuturkan langkah Adhi Karya masuk ke dunia perhotelan ini telah disiapkan cukup matang. Seperti bekerjasama dengan sekolah dan profesional di bidang perhotelan sehingga latar belakang sebagai perusahaan konstruksi tidak menjadi halangan Adhi Karya untuk memperluas bisnis.

Adhi Karya juga telah melakukan perubahan anggaran dasar perseroan yakni dengan memasukkan bidang penyelenggaraan kepariwisataan khususnya usaha hotel.

"Kami siapkan diri masuk ke bisnis hospitality. Pengelolaan hotel dan service apartemen yang Adhi jalani. Dalam visi misi Adhi melaksanakan bisnis hospitality terkait konstruksi. Kita nggak jalani pelayaran pariwisata. Kami punya kemampuan buat konstruksi, bisa operasikan, dan bisa bisniskan gedung," kata Kiswodarmawan di lokasi topping off Hotel GrandDhika Blok M, Jakarta, Rabu (25/6/2014).

Pasca topping off, Adhi Karya juga akan menggandeng atau mengajak BUMN lain yang memiliki lahan. Lahan tersebut akan dikelola dan dibangun oleh Adhi Karya menjadi apartemen hingga hotel yang lebih menghasilkan keuntungan.

"Kita tunjukkan teman-teman BUMN yang punya aset untuk bangun hotel," jelasnya.

Selain membangun hotel di Blok M, Adhi Karya melalui anak usahanya juga membangun 4 hotel lainnya yakni Hotel GrandDhika Bekasi, Hotel GranDhika Medan serta hotel di Surabaya dan Semarang. Total investasi untuk pembangunan 5 hotel tersebut mencapai Rp 1,5 triliun. Proses pembangunan tuntas secara bertahap hingga 2016. Sedangkan GrandDhika Blok M bisa dioperasikan secara komersial pada akhir 2014.

"Pendanaan ekuitas sendiri dan pinjaman. Yang sudah terjadi persentasenya 70% bank, 30% modal sendiri. Saya sudah bicara dengan Mandiri. Supaya bisa ditekan jadi 20:80," jelasnya.

Ia menerangkan dari investasi, konstruksi dan pengelolaan hotel akan dilakukan oleh Adhi Karya serta anak usaha. Untuk mendukung operasional hotel, Adhi Karya membentuk divisi khusus perhotelan. Divisi tersebut juga mempersiapkan sumberdaya manusia yang mampu mengelola hotel hingga apartemen.

"Kebanyakan arsitek jadi pelayan hotel. Ini kelola 5 tempat hotel milik Adhi Karya. Jadi mudah-mudahan jadi kepercayaan klien kami," paparnya.

(feb/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads