Dahlan Resmikan Rusun Rp 120 Miliar Khusus untuk Warga Miskin Kawasan Kumuh

Dahlan Resmikan Rusun Rp 120 Miliar Khusus untuk Warga Miskin Kawasan Kumuh

- detikFinance
Rabu, 25 Jun 2014 11:42 WIB
Dahlan Resmikan Rusun Rp 120 Miliar Khusus untuk Warga Miskin Kawasan Kumuh
Jakarta - Perum Perumnas dan PT Hutama Karya (Persero) meresmikan penyelesaian akhir konstruksi (topping off) 2 tower rumah susun sederhana milik (rusunami) di kawasan Bandar Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pembangunan rusunami yang harganya akan dijual lebih murah dari harga pasar ini bagian dari program BUMN Peduli untuk menata kawasan kumuh di Jakarta. Calon pemilik rusun ini harus berasal dari warga yang sebelumnya tinggal di kawasan kumuh.

"Berdiri di atas lahan 1,7 hektar dengan 2 tower yang terdiri dari 576 unit hunian, saat ini sudah dilakukan topping off," kata Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto saat membuka acara, Rabu (25/06/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tempat yang sama, Menteri BUMN Dahlan Iskan menegaskan 2 tower rusun yang dibangun atas dana bantuan PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan) Kementerian BUMN senilai Rp 120 miliar ini harus dihuni oleh masyarakat yang kurang mampu.

"Bahwa yang akan dihuni harus orang yang berasal dari kawasan kumuh bukan orang pindahan dari tempat yang baik. Karena dana ini bukan dana yang biasa tetapi dana yang disisihkan perusahaan BUMN yang punya idealisme untuk memperbaiki kawasan kumuh bukan dana komersial tetapi khusus untuk orang miskin dari daerah kumuh," tegas Dahlan.

Menurut Dahlan program pembangunan rumah susun murah ini adalah bagian dari komitmen Kementerian BUMN bekerjasama dengan Gubernur DKI Jakarta saat itu Joko Widodo (Jokowi). Jokowi dan Dahlan berkomitmen untuk membenahi kawasan kumuh di DKI Jakarta dengan konsep bedol RT (rukun tetangga).

"BUMN akan bangun syaratnya bedol RT. Satu RT yang kumuh penghuni masuk ke sini. Saya siapkan uang lagi, kita bangun lagi. Dan dengan demikian rumah susun dibangun kawasan kumuh berkurang jangan sebaliknya. Waktu itu saya clear dengan Pak Jokowi dan laksanakan proyek ini," paparnya.

Ia mensyaratkan kepada Pemda DKI Jakarta bila peruntukan rumah susun murah yang dibangun Kementerian BUMN ini hanya untuk orang miskin di kawasan kumuh, bukan orang mampu yang sudah memiliki rumah.

"Jadi dana ini diperuntukan khusus untuk membenahi daerah kumuh di DKI Jakarta berarti memperbaiki kawasan lingkungan kumuh bisa dibangun. Karena kalau syarat hanya masyarakat yang tidak punya rumah berarti banyak orang mampu, kemudian kawin dan punya anak tetapi tidak punya rumah. Ini sama tidak menolong masyarakat yang ada di kawasan kumuh," cetusnya.

Sebanyak 2 unit umah susun yang dibangun atas dana bantuan Kementerian BUMN memiliki luas 1,7 hektar dan memiliki 576 unit hunian. Anggaran yang dibutuhkan dalam proses pembangunan 2 tower ini adalah Rp 120 miliar dana CSR BUMN. Total dana bantuan BUMN mencapai Rp 151 miliar.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads