Rusun tersebut rencananya berlokasi di Kemayoran, Jakarta Pusat. Lahan seluas 12 hektar milik pemerintah sudah disiapkan di sana. Nantinya jika terbangun, rusun ini sanggup menampung 13.800 unit rumah susun berbagai tipe.
"Ada 11 tower yang dibangun. 40 lantai," kata Djan ditemui di acara Sosialisasi Pembangunan Rumah Untuk Korpri, di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Senin (7/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga rusun-rusun tersebut menurut Djan cukup terjangkau bagi kalangan PNS, yaitu Rp 6 juta/meter persegi. "Cicilannya Rp 1 juta," katanya.
Butuh dana sekitar Rp 6 triliun untuk merealisasikan pembangunan rusun untuk para PNS ini. Anggaran yang digunakan untuk pembangunan rusun ini tidak menggunakan dana APBN. Namun sebanyak 30% anggaran dari tabungan rumah PNS yang ada dalam Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum), dan 70% merupakan pinjaman dari perbankan.
"Dana Bapertarum kita Rp 8,9 triliun," jelas Djan.
Namun rencana ini belum bisa terealisasi karena masih menunggu perizinan dari pemerintah provinsi DKI Jakarta terkait ketentuan koefisien luas bangunan (KLB).
Djan berharap gubernur atau yang berwenang segera menandatangani perizinan pembangunan rusunami tersebut. "Membangun harusnya dua tahun selesai," katanya.
Pembangunan rusunami ini dimaksudkan agar para PNS bisa lebih mudah menuju ke tempat kerja. Direncanakan Djan, rusunami ini pun lengkap dengan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang memadai layaknya rusunami komersial.
(zul/hen)











































