Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pembiayaan Perumahan Kemenpera Budi Hartono mengatakan, pameran ini akan dilakukan selama 6-9 hari di setiap kota. Di bulan Agustus, pameran akan dilakukan di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
"Minggu kedua Agustus itu rencana di Sumatera-nya seperti Medan, Palembang, yang Kalimantan di Banjarmasin, Pontianak. Yang Sulawesi itu di Makassar. Detilnya nanti," kata Budi di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (7/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau yang di Jakarta pamerannya awal September 2014. Bareng sama Hari Perumahan Nasional (Hapernas)," tambahnya.
Budi mengatakan, rumah-rumah yang akan dijual adalah rumah bersubsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), alias rumah murah yang kisaran harganya tak lebih dari Rp 150 juta. Kecuali di wilayah Papua yang harganya Rp 165 juta.
"Sesuai dengan permen Rp 115 juta sampai 185 juta, tapi agak berbeda, untuk bebas PPN itu agak beda, jadi harganya Rp 105 juta sampai Rp 165 juta," tambahnya.
Diharapkan dengan adanya pameran rumah murah ini bisa mengakselerasi program pemerintah dalam mengucurkan kredit rumah murah dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan.
"Saya kira akan banyak pengembang, karena ini habis Lebaran juga mereka sudah mulai jualan," katanya.
(zul/hen)










































