Kepemilikan Properti oleh Asing dan DP Ringan Dinanti Para Pengembang

Kepemilikan Properti oleh Asing dan DP Ringan Dinanti Para Pengembang

- detikFinance
Rabu, 16 Jul 2014 16:40 WIB
Kepemilikan Properti oleh Asing dan DP Ringan Dinanti Para Pengembang
Jakarta - Pertumbuhan bisnis properti di tahun politik secara keseluruhan mengalami tren melambat. Bagi pelaku bisnis properti, pemerintahan baru akan memberikan warna baru di sektor ini.

Head of Research Jones Lang LaSalle Indonesia Anton Sitorus mengatakan, investor properti masih optimis jika pemerintahan baru dan presiden terpilih akan mendukung untuk mengembangkan pasar properti di Indonesia.

"Ada beberapa wacana dari para capres ini, rencana menurunkan DP (uang muka) dari pinjaman bank, itu positif, ada juga membuat market lebih transparan dengan online sistem untuk data base dan perpajakan. Wacana itu akan disambut pasar. Positif untuk pasar ke depan," katanya saat di Kantor Jones Lang LaSalle, Jakarta, Rabu (15/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, hal yang juga penting adalah mengatasi backlog perumahan atau kurang pasok. Pihaknya berharap, wacana untuk membangun 2.000 tower diharapkan bisa direalisasikan dengan baik.

"Mengurangi backlog rencana membangun 2000 tower, mudah-mudahan bisa diimplementasikan dan jalan," ujarnya.

Selain itu, wacana soal kepemilikan properti oleh asing di properti Indonesia juga menjadi hal yang perlu dibahas secara lebih serius oleh presiden mendatang.

"Isu mengenai kepemilkan asing, ini sudah dibicarakan sejak lama. Pendapatan negara makin bertambah dari penjualan yang terjadi. Kita tahu banyak orang asing beli properti di sini yang tidak jelas melalui mana sehingga tidak ada pemasukan ke negara. Selama ini didominasi lokal, kalau membuka pintu untuk asing sedikit banyak akan membantu pemasukan," katanya.

Hal lain adalah menerapkan regulasi dan birokrasi yang tepat dan tegas di sektor properti.

"Mengurangi birokrasi di dalam perizinan, wacana mengembangkan land bank (cadangan tanah), salah satu yang memberikan spekulasi harga karena land bank didominasi swasta, seharusnya banyak BUMN yang memiliki aset sangat banyak bisa memberdayakan aset-aset tersebut masuk ke pasar sehingga balance," kata dia.

Anton berharap presiden terpilih nanti bisa memberikan harapan baru untuk sektor properti menjadi lebih berkembang.

"Pemilu berlangsung damai, schedule lancar, presiden pro ekonomi, struktur dan kabinet dari orang berkompeten. Infrastruktur seperti jalan juga perlu diperbaiki," pungkasnya.

(drk/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads