Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengumpulkan semua jajaran direksi dan komisaris perusahaan pelat merah di lantai 21 kantor Kementerian BUMN. Selain untuk halal bihalal, acara ini juga jadi kesempatan Dahlan memberi wejangan.
Pada acara ini, Dahlan memberikan pesan-pesan kepada jajaran direksi BUMN. Salah satunya menyangkut pemanfaatan aset-aset terbengkalai BUMN, seperti tanah dan lain-lain.
Jika betul-betul dimanfaatkan, maka aset berupa tanah milik BUMN bisa bernilai bisnis tinggi, bahkan Dahlan menyebut bisnis properti perusahaan pelat merah bisa mengalahkan bisnis dari raksasa properti Indonesia sekelas Podomoro Group.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini banyak BUMN yang mengajukan permohonan pemanfaatan aset tidak produktif menjadi bisnis properti. Ia berpesan agar kerjasama pengelolaan aset bisa menggandeng BUMN seperti BUMN karya. Karena BUMN karya saat ini telah membentuk anak usaha yang mengembangkan bisnis properti.
"Ini bagus sekali. Ini nanti akan ada review supaya ini betul-betul bagus. Memang ada omongan kalau semua BUMN punya real estet tapi nggak apa-apa," jelasnya.
Selain pengembangan bisnis properti, Dahlan meminta direksi dan komisaris BUMN merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Di dalam revisi RKAP diharapkan adanya alokasi anggaran lebih untuk Research and Development (RnD). Dana RnD ini bisa digunakan membiayai hasil riset karya anak bangsa.
"Saya ingin, terutama perusahaan yang padat teknologi, punya RKAP cukup besar. Pertamina bisa alokasikan Rp 100 miliar, PLN Rp 100 miliar, BUMN karya bisa alokasikan Rp 50 miliar," paparnya.
Pesan Dahlan lainnya terkait praktek nepotisme di perusahaan pelat merah. Ia telah membuat surat edaran Menteri BUMN yang mengatur kepegawaian dan berisi larangan anak, istri atau suami bekerja di perusahaan pelat merah yang sama.
"Sudah ada surat edaran. Itu nepotisme bukan pidana. Tapi ini bagian agar manajemen sehat," katanya.
(feb/ang)











































