Djan mengatakan, setiap harinya dia mendapat masukan dari asosiasi perumahan seperti Real Estat Indonesia (REI), terkait pengembang nakal yang tak mau membangun rumah sederhana.
"Tiap hari nambah, kita mau tambah lagi 90 lagi. Dapat masukan dari REI, di daerah lain (luar Jabodetabek)," kata Djan di kantor Kementerian Perumahan Rakyat, Jakarta, Senin (4/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila ada itikad baik dari pengembang untuk membangun rumah sederhana, maka dia akan mencabut laporannya. "Kalau mereka mau bangun, ya sudah selesai," tegasnya.
Dia berharap, sebelum jabatannya sebagai menteri selesai, sudah ada laporan dari para pengembang berupa komitmen untuk membangun rumah sederhana.
"Saya harapkan dibawa ke kita (laporannya), mereka sendiri yang ngomong. Ini aya harapkan sebelum saya berhenti ini sudah masuk," ujar Djan
"Yang masuk dari REI dan jumlah komitmen mereka mau bangun berapa. Jadi menteri yang baru sudah terima beres, dia nggak usah berjuang, yang berjuang saya," tutupnya.
(zul/dnl)











































