Ketua Badan Pertimbangan Umum Realestate Indonesia (REI) Setyo Maharso mengatakan, kenaikannya berkisar 10%-15%.
"Di DKI untuk landed mungkin 10%-15%. Karena permintaan nya sangat tinggi. Karena PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) dan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) itu tiap tahun naik," kata Maharso di acara Halal bihalan REI di Senayan City, Jakarta, Jumat (15/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya kalau ini masih wait and see. Masih menunggu kepastian aturan mainnya. Mudah-mudahan pemerintahan nanti solid," kata Maharso
Dikatakan Maharso, banyak pengembang yang menahan penjualan karena alasan menunggu kepastian. Di sisi lain, kebutuhan dan permintaan tak bisa menunggu. Sehingga, lanjut Maharso, potential loss yang mereka alami di tahun ini dibebankan ke kenaikan harga di tahun depan.
"Ini kan sekarang karena stuck. Pertumbuhan untuk kebutuhan rumah itu tidak berhenti," tambahnya.
(zul/hen)











































