Direktur Utama Metland Nanda Widya mengatakan, Metropolitan Mall Cileungsi ini akan mengakomodasi kebutuhan fasilitas komersial pusat perbelanjaan yang memadai di daerah sub urban Cileungsi seiring dengan berkembangnya Cileungsi, Jonggol, dan Timur Cibubur menjadi kawasan hunian.
Menurut Nanda, kawasan timur Cibubur ini mencatat pertumbuhan yang pesat untuk perumahan menengah yang merupakan produk properti yang pasarnya besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nanda menyebutkan, Metland Transyogi telah menyiapkan lahan komersial di proyeknya seluas 15 hektar untuk dikembangkan menjadi area komersial ruko, mal, hotel, dan apartemen. MM Cileungsi yang menempati lokasi di kawasan komersial Metland Transyogi tersebut dibangun di atas lahan seluas sekitar 25.000 meter persegi dengan total luas bangunan 49.080 meter persegi dan total area bersih yang dapat disewakan sekitar 25.000 meter persegi.
Mal berlantai 4 ini akan diisi oleh sedikitnya 130 tenant yang bervariasi seperti departement store, supermarket, bioskop, hiburan untuk keluarga, food court dan restoran luar ruang, di antaranya Matahari, Pojok Busana, Body Shop, J-Co, Johnny Andrean, Gramedia, Cinema XXI, dan Breadtalk.
"Target okupansi 90%. Tenant yang sudah menyatakan minatnya mencapai 70% dari total ruang yang disewakan," katanya.
Menurutnya, mal ini untuk menunjang pengembangan Metland Transyogi sebagai sebuah kota mandiri atau pusat bisnis (CBD) di wilayah Cileungsi.
"Kami ingin menghadirkan mal dengan konsep city mall yang menggabungkan unsur modern dan natural sehingga konsumen merasa nyaman. Kita berharap daerah ini menjadi daerah CBD baru Cileungsi. Berharap 5-10 tahun yang akan datang ini jadi pusat perbelanjaan di Cileungsi. Saya kira akan banyak tenaga kerja terserap," pungkasnya.
(drk/ang)











































