Soal Bunga KPR, YLKI: Naiknya Cepat, Turunnya Lama Sekali

Soal Bunga KPR, YLKI: Naiknya Cepat, Turunnya Lama Sekali

- detikFinance
Senin, 25 Agu 2014 11:23 WIB
Soal Bunga KPR, YLKI: Naiknya Cepat, Turunnya Lama Sekali
Jakarta - Kredit Pemilikan Rumah (KPR) memang memberi kemudahan bagi masyarakat dalam membeli rumah. Tapi, fasilitas ini kadang justru membuat repot atau bahkan rugi.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat keluhan masyarakat sebagai nasabah atas bunga KPR yang diterbitkan oleh bank. Mekanisme yang diterapkan cenderung tidak adil untuk nasabah.

Bunga KPR mengacu kepada suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) setiap bulannya yaitu BI Rate. Saat BI Rate naik, tidak butuh waktu lama bagi bunga KPR untuk ikut naik. Namun ketika BI Rate turun, bunga KPR seakan enggan mengikuti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi naiknya cepat kalau BI rate naik. Tapi kalau turun, ya lama sekali. Itu yang tidak menyenangkan masyarakat," tegas Sudaryatmo, Pengurus Harian YLKI, kepada detikFinance, Senin (25/8/2014).

Hal ini sempat terjadi pada beberapa waktu lalu saat BI Rate turun dari 9,5% menjadi 5,75%, di mana bunga KPR cenderung tidak bergerak. Namun saat BI Rate dinaikkan menjadi 7,5%, bunga KPR melejit sampai 14%.

"Perhitungan itu yang tidak sesuai dengan masyarakat," ujar Sudaryatmo.

Dalam jangka panjang, hal ini akan merugikan nasabah. Sebab, nasabah akan sulit menyesuaikan dana pengeluaran untuk membayar cicilan.

"Kalau tiba-tiba naiknya membengkak beberapa konsumen kesulitan juga. Jadi seharusnya kan mempertimbangkan kondisi keuangan nasabah," tuturnya.

(mkl/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads