"Kalau dibandingkan negara tetangga dan maju, (bunga KPR) kita tinggi," kata
Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Gandjar Mustika saat ditemui di acara seminar yang digelar OJK dengan tema "Potensi Pembiayaan Ramah Lingkungan pada Sektor Perekonomian," di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Selasa (26/8/2014).
Gandjar menjelaskan, tingginya penetapan bunga KPR di Indonesia salah satunya disebabkan karena perbankan terlalu tinggi menetapkan Net Interest Margin (NIM) yang dampaknya dibebankan kepada konsumen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gandjar menyebutkan, negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura
mematok Net Interest Margin (NIM) di angka rata-rata hanya 3,2-3,5%. Sementara di Indonesia mencapai 5,3-5,5%.
"Itu rata-rata industri perbankan di negara ASEAN, NIM-nya rendah, kita mau ngejar itu sehingga bisa berkompetisi dengan negara ASEAN," pungkasnya.
(drk/ang)











































