Hal ini disampaikan oleh Chief Executive Officer (CEO) Crown Iwan Sunito, saat membuka kantor pemasaran pertamanya di Denpasar Bali. Iwan merupakan pendiri Crown berdarah Indonesia.
Untuk kantor pemasaran Crown di Bali, Iwan memercayakan Priscila Chrisanita untuk memimpin kantor tersebut. Kantor pemasaran ini merupakan yang ketiga dibuka oleh Crown di Indonesia, setelah bulan lalu membuka di Surabaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbasis di Sydney, Crown Group memiliki kantor di Jakarta, Surabaya, dan Singapura. Namun Iwan tidak menjelaskan lebih lanjut di mana persisnya lokasi proyek hotel dan resor di Bali tersebut, dan kapan akan mulai dibangun.
Kantor Crown Group di Bali bertujuan mempermudah para calon pembeli dan investor properti untuk dapat lebih mengetahui tentang properti Crown Group dan rincian investasi properti di Sydney, Australia.
"Bali merupakan salah satu destinasi liburan yang paling popular di dunia, dan Bali juga menyimpan potensi usaha yang luar biasa besar bagi proyek-proyek kami ke depan," tambah Iwan.
Crown Group didirikan sejak 1996 dengan nilai proyek awal US$ 28 juta (Rp 280 miliar). Kini, proyek Crown berkembang dengan pesat, dan sekarang mempunyai portofolio proyek senilai US$ 3,5 miliar (Rp 35 triliun).
Crown Group membukukan nilai transaksi sebesar AUS$ 55 juta di Indonesia untuk periode finansial 2013-2014.
"Indonesia merupakan pasar yang penting bagi Crown Group, dan Bali adalah salah satu provinsi yang sangat potensial di samping Jakarta, Bandung, dan Surabaya," kata Crown Group Country Director Indonesia, Michael Ginarto.
Selain meresmikan pembukaan kantor pemasaran di Denpasar Bali, Iwan Sunito yang lahir di Surabaya, juga meluncurkan buku pertamanya 'From Borneo to Bloomberg' di pulau dewata ini.
Ini adalah sebuah buku yang menceritakan perjalanan singkat Iwan Sunito bagaimana seseorang yang selalu terbelakang sekolahnya dan sampai tidak naik kelas menjadi ‘raja property’ di Australia dan di dalam buku ini, Iwan Sunito membagikan13 prinsip kesuksesan hidup dan quote emas yang merubah hidupnya.
Ketika pertama kali diluncurkan di Jakarta, 'From Borneo to Bloomberg' menuai kesuksesan ketika mampu terjual sebanyak 3.000 eksemplar pada minggu pertamanya.
(dnl/hen)











































