Kisah Otong Berkali-kali 'Gigit Jari' Gagal Dapat Kredit Rumah

Susahnya Punya Rumah

Kisah Otong Berkali-kali 'Gigit Jari' Gagal Dapat Kredit Rumah

- detikFinance
Jumat, 05 Sep 2014 10:30 WIB
Kisah Otong Berkali-kali Gigit Jari Gagal Dapat Kredit Rumah
Jakarta - Pengalaman untuk bisa mendapatkan rumah idaman bagi banyak orang tentunya berbeda-beda. Ada yang mudah mendapatkan rumah karena pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) langsung disetujui bank, namun ada juga sebaliknya belum beruntung karena pengajuan KPR-nya ditolak oleh bank atau kurang uang muka.

Cerita soal pengalaman berkali-kali gagal mendapatkan KPR dialami oleh pembaca detikFinance bernama Otong Setiawan, seorang karyawan swasta di daerah Sunter, Jakarta Utara.

Otong mengakui sebagai seorang karyawan swasta yang memiliki 1 istri dan 2 balita sangat membutuhkan rumah idaman. Ia mencurahkan keinginan untuk punya rumah sendiri terbesit saat istrinya pada suatu malam mengidamkan punya rumah sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maklum saja, Otong mungkin hanya salah satu dari sekian banyak orang yang harus menjadi 'kontraktor' bertahun-tahun alias mengontrak di rumah orang karena belum punya rumah. Kurang lebih sejak 4 tahun menikah, mereka habiskan untuk berpindah-pindah kontrakan sampai 3 kali.

"Hal tersebut membuat saya terpikirkan untuk mencari sebuah rumah untuk hunian keluarga kami," ujar Otong dalam surat elektroniknya, Jumat (5/9/2014)

Namun perjuangan Otong untuk punya rumah tak semudah membalikan telapak tangan. Ia sempat melakukan survei dari perumahan ke perumahan di daerah Bekasi, Cileungsi hingga Depok. Kawasan pinggiran Jakarta ia pilih karena harus menyesuaikan dengan gajinya sebagai seorang pegawai swasta.

Petualangannya mencari rumah idaman dimulai pada 2012 di daerah Bekasi tepatnya di kawasan Pondok Ungu. Ia mendapati rumah type 36/60 dengan harga Rp 130 juta. Waktu itu gajinya hanya Rp 2,6 juta/bulan sedangkan DP yang diminta sebesar Rp 30 juta.

"Waduh duit dari mana, sedangkan gaji saya habis buat kebutuhan sehari-hari, istri cuma ibu rumah tangga dan hanya bisa nabung paling besar Rp 700.000/bulan sedangkan cicilannya Rp 1,1 juta/bulan dengan tenor 15 tahun. Belum rejekinya mungkin mendapatkan rumah di Bekasi," cerita Otong.

Gagal mendapatkan rumah impiannya di Bekasi, ia tak patah semangat. Otong pun melirik kawasan Cileungsi, karena pertimbangan udaranya yang masih sejuk, airnya bagus dan masih murah. Ia pun tertarik untuk survei perumahan di daerah Cileungsi dan cocok dengan harapannya.

Rumah di Bekasi itu type 36/72 seharga Rp 162 juta dan DP sebesar Rp 20 juta dan dapat diangsur 4 kali. Sedangkan angsurannya sebesar Rp 1,4 juta/bulan selama 15 tahun. Ia pun akhirnya mengajukan KPR ke sebuah bank, namun setelah beberapa minggu kabar baik yang ditunggu-tunggu belum datang dari bank.

"Suatu hari ada telepon dari pihak nank mengabarkan KPR saya disetujui oleh Bank tetapi DP-nya harus ditambah agar angsurannya bisa kecil karena minimal angsuran 1/3 gaji. DP-nya menjadi Rp 50 juta, saya pun kaget dengan angka itu. Uang dari mana sebesar itu? Dengan berat hati kami pun membatalkan impian kami mendapatkan rumah impian," keluh Otong.

Otong mengaku, sejak saat itu mereka sudah pasrah untuk sementara waktu menjadi 'kontraktor'. Singkat cerita, dua tahun berlalu gajinya pun berangsur naik sekarang dari Rp 2,6 juta menjadi Rp 4 juta/bulan. Saat ini keinginannya untuk mendapatkan rumah masih ada.

Namun hanya berselang 2 tahun harga rumah sekarang type 36/72 sudah Rp 280 juta, padahal dua tahun lalu masih Rp 130 juta, sehingga tetap sulit bagi dirinya untuk punya rumah. Ia tetap berharap akan segera mendapatkan rumah, apalagi pada 3-7 september 2014 ada pameran perumahan untuk rakyat dengan harga di bawah Rp 120 juta di JCC.

"Semangat untuk mendapatkan rumah masih ada di dalam diri saya semoga ada yang cocok untuk kalangan seperti saya," katanya.

Bagi Anda yang punya pengalaman soal sulitnya mendapatkan rumah. Atau punya pengalaman berkali-kali mengajukan KPR tapi ditolak oleh bank karena persoalan gaji. Bahkan bagi Anda yang sudah berhasil dapat rumah namun harus bersusah payah cari pinjaman. Bisa kirim ceritanya ke redaksi@detikfinance.com.

(hen/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads