Cerita gagal mendapatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bisa dialami siapa saja yang sedang mencari rumah. Banyak alasan dari bank menolak seorang calon nasabah yang mengajukan KPR, misalnya gaji yang tak cukup hingga uang muka (DP) yang dianggap terlalu rendah.
Pengalaman pengajuan KPR ditolak oleh bank dialami oleh Gerry Bimasastranegara, seorang pembaca detikFinance berusia 31 tahun. Karyawan swasta ini belum menikah.
Ia mengungkapkan pengalamannya saat akan membeli sebuah rumah di daerah Bogor melalui salah satu bank BUMN. Ia mengaku penghasilannya per bulan Rp 5,5 juta, namun tetap ditolak oleh bank tanpa alasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gerry mengaku padahal selama ini belum punya utang atau cicilan dari bank. Artinya secara hitung-hitungan seharusnya bisa dengan mudah mendapatkan KPR.
"Kalau secara BI Checking, saya tidak memiliki kartu kredit ataupun pinjaman bank atau leasing manapun," keluh Gerry.
Akhirnya kini ia memutuskan untuk tetap mengontrak di sebuah rumah sederhana di daerah Depok, Jawa Barat. Meski pernah gagal mengajukan KPR, Gerry masih tetap semangat untuk memiliki rumah sederhana dan nyaman dari hasil keringatnya sendiri.
"Mohon kiranya para banker bisa melihat kemampuan financial semua nasabahnya," katanya.
Bagi Anda yang punya pengalaman soal sulitnya mendapatkan rumah. Atau punya pengalaman berkali-kali mengajukan KPR tapi ditolak oleh bank karena persoalan gaji. Bahkan bagi Anda yang sudah berhasil dapat rumah namun harus bersusah payah cari pinjaman. Bisa kirim ceritanya redaksi@detikfinance.com.
(hen/hds)











































